Diduga Korda BPNT Tolitoli Lakukan Intimidasi ke E-Warung

TOLITOLI, KABARTODAY.COM – Sejumlah Agen E-Warung penyedia penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kabupaten Tolitoli mengeluhkan adanya tekan dan intimidasi dari Korda Kabupaten Tolitoli terkait bantuan sembako yang akan di berikan kepada penerima BPNT.

Dari pantauan media kabartoday.com dilapangan secara kasat mata, paket bantuan sembako berupa beras yang di bagikan kepada sejumlah PKM diduga bukan jenis PREMIUM melainkan jenis MEDIUM yang di terima oleh PKM, dimana harga yang di berikan kepada Penerima PKM adalah Harga Premium.

Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli Drs. Alias Mohammad, saat di konfirmasi terkait sembako jenis beras yang di bagikan kepada penerima BPNT bukan jenis Premium, melainkan jenis Medium dan harga yang di bayarkan oleh PKM ke E-Warung jenis premium membenarkan bahwa selama ini dinas sosial sudah banyak mendapati laporan dari masyarakat dan pemilik E-Warung, yang mana ada salah seorang Korda kabupaten Tolitoli diduga yang mencari keuntungan secara pribadi, dan melakukan penekanan serta ancaman kepada pemilik E-Warung jika tidak menuruti perintah dari Korda.

“Kami dari Dinas sosial sudah mendapatkan banyak laporan dan sudah turun kelapangan untuk mengecek. Langsung laporan tersebut, dari dari hasil temuan di lapangan ada beberapa pemilik agen E-Warung, yang ditemui dinas Sosial dilapangan, banyak pemilik agen E-Warung merasa ketakutan kepada seorang Korda, jika pemilik E-Warung tidak mengikuti perintah Korda, maka agen E-Warong miliknya akan di pindahkan kepada orang lain,” Ucap Drs. Alias Mohammad kepada media.

Lanjut Drs. Alias Mohammad, perlu diketahui berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program bantuan sosial pangan Sembako dan evaluasi Kordinator Daerah (Korda) atas nama Hardianto SE alis Anto dikabupaten Tolitoli tahun 2020 banyak permasalahan dan temuan yang didapati dilapangan, namun setelah dilakukan kroscek dilapangan masih banyak ditemukan masalah terkait ketidak sesuaian data bayar dan data Rill seperti data identik/Ganda keluarga, pindah Meninggal dan belum menerima kartu.

“Dilapangan ditemukan semua jenis sembako diduga ditentukan sepihak oleh Korda, mulai dari penentuan supplier tanpa adanya konfirmasi dari dinas Sosial, kwalitas bahan sembako, keterlambatan distribusi bahan ke Agen E Warung, dikarnakan terpusat kepada satu Supllier yang ditunjuk langsung oleh Korda,”Ungkap Drs. Alias Mohammad

Ditambahkanya lagi, dilapangan ditemukan Korda kabupaten diduga sering melakukan pemaksaan kepada E-Warung untuk mengambil Paket sembako yang tidak di butuhkan PKM, sehingga ada barang yang tidak diambil PKM, tetapi transaksi tetap dilaksanakan dan jenis bantuan sembako yang jumlah takaran nya tidak sesuai pemaketan hinga harga yang tidak sesuai Pasaran.

“Yang sangat mengecewakan adanya pemaksaan dari seorang Korda ke Agen E-Warung untuk membeli barang yang tidak sesuai pesanan, sehingga setiap bulannya Agen E-Warung mengalami kerugian, karna harus nembayar barang yang tidak di ambil PKM, barang sembako yang di patok melebihi harga pasar sehingga adanya indikasi mengambil keuntungan pribadi dikarnakan berkerja sama dengan Supllier, seperti salah satu Contoh di wilayah Kecamatan Ogodeide harga Jual Kacang Ijo mencapai 20.000/Bungkus” Tutur Drs. Alias Mohammad

Menurut Drs. Alias Mohammad, Korda Kabupaten Herdianto telah mengambil inisiatif sendiri dalam penetapan pelaksanaan program sembako dilapangan yang tidak sesuai dengan pedoman Umum program sembako 2020.

Ditempat terpisah Korda kabupaten Hariyanto alias Anto yang di temui di lapangan terkait adanya intimidasi terhadap pemilik E-Warung mengatakan informasi itu semua tidak itu betul, dan akan mengkroscek secara langsung dilapangan terkait hal ini, dan melakukan pembenahan nantinya.

“Saya Tidak perna melakukan pemaksaan kepada E-Warung, semua yang di sediakan di E-Warung adalah pesanan langsung dari PKM, barang sembakonya dari Supllier dan yang memesan adalah mereka sendiri (E-Warung-Red) , kami hanya sebatas mementau penyalurannya, dan jika ada seperti itu kami akan lakukan perbaikan, dan lebih memperketat pengawasan,” Pungkas Hariyanto saat di konfirmasi di salah satu E-Warung di kelurahan sidoarjo ***Erwin***