Diduga Bermasalah, Jaksa Diminta Usut Proyek Irigasi Momunu

KABARTODAY.COM | Ricky Muda | Buol – Direktur Umum Lembaga Investigasi dan Advokasi Rakyat (LENTORA) Sulteng, Andrie Wawan meminta pihak kejari Buol agar mengusut proyek irigasi didesa Momunu, kecamatan Momunu, kabupaten Buol, yang diduga pelaksanaanya bermasalah.

“ Kejaksaan seharusnya sudah mengusut pekerjaan proyek yang terindikasi merugikan keuangan negara itu. Apalagi jika masalahnya didasari keluhan masyarakat,” kata Andrie Wawan kepada Kabartoday.com, Kamis (23/06).

Kades Momunu, Hamza PT Jena (Foto: Ricky Muda)
Kades Momunu, Hamza PT Jena (Foto: Ricky Muda)

Kata Andrie, bila masalah tersebut tidak segera dituntaskan, dirinya kwatir akan berdampak luas terhadap kerugian masyarakat karena ulah para kontraktor tidak bertanggung jawab. “ Jangan sampai jika dibiarkan, akan menimbulkan masalah yang berkepanjangan,” tandasnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa proyek yang menghabiskan anggaran APBD Buol Rp. 1,9 miliar tersebut kwalitasnya jauh dari harapan warga tani desa Momunu sebagai pengguna. Sebab, Meski baru dikerjakan akhir tahun 2015, badan saluran irigasi sudah retak dan Lantainya sudah keropos.

Kondisi fisik lantai saluran sudah keropos (Foto: Ricky Muda/KT)
Kondisi fisik lantai saluran sudah keropos (Foto: Ricky Muda/KT)

Selain itu kondisi fisik proyek yang dikerjakan CV. AR Berkah tersebut, pintu buka tutup pembagi air tidak berfungsi karena rangkaiannya tidak lengkap (tidak memiliki kunci drat putar) dan masih puluhan meter badan saluran belum di plester.

Parahnya lagi, masih terdapat kurang lebih 50 meter sisa panjang volume yang belum dikerjakan. Hanya sebatas digali kemudian ditinggalkan.

Hal inilah yang kemudian membuat warga desa setempat keberatan dan protes. Mereka menyayangkan bangunan saluran irigasi didesanya  dikerjakan dengan cara asal-asalan.

Pekerjaan saluran terbengkalai (Foto: Ricky Muda/KT)
Pekerjaan saluran terbengkalai (Foto: Ricky Muda/KT)

“ Kasian kita punya model bangunan saluran irigasi pak, amburadul,” keluh Kades Momunu, Hamza PT Jena kepada media ini beberapa pekan silam, sembari menunjukan kondisi fisik bangunan dilokasi proyek.

Hamzah mengeluhkan sampai dengan saat ini warganya belum dapat menikmati manfaat dari bangunan saluran irigasi yang sudah menghabiskan uang rakyat Rp. 1,910,500 miliar itu.

“ Sampai sekarang belum berfungsi irigasinya. Yang saya pertanyakan bagaimana dinas bisa menerima pekerjaan yang kondisinya begitu ?,” kesal Kades yang saat itu diapit warga beserta aparatnya.***