Demokrat Tolitoli Sangat Responsip Mendukung Progam Penataan Kawasan Pesisir Umada

Tolitoli | Kabartoday.com – Program studi Pendidikan merdeka Kampus berkerjasama dengan kampus Universitas Madako (Umada) Tolitoli pada hari ini Senin, 08 Februari 2021 melaksanakan kegiatan workshop Nasional, Dengan Tema “Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar dan Penguatan Kemitraan Berbasis Kawasan Pesisir,” secara Virtual (Daring).

Dalam kegiatan ini tampil sebagai pembicara/Narasumber adalah Prof. Dr. Mahluddin Baruwadi, M.P. (Kepala LLDIKTI XVI), Ramadhona Saville, Ph.D (University Tokyo), Dr. Widyo Winarso., M. Pd, dan Dr. Rahman Alatas, Se., S,Mi, (Pemerintah daerah Kabupaten Tolitoli) serta Moh. Nurmansyah Bantilan., S.I.kom., MPWP (DPRD Fraksi Demokrat Tolitoli), Yang dipandu oleh moderator Ir. Nelly Kusrianty, S.Pt., M.P., IPM

Kegiatan Worshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka – Madako Tolitoli dilaksanakan mulai Pukul 09:00 WITA yang dibuka langsung Oleh bapak Dr. Drs., Ma’Ruf Bantilan., M.H., Rektor Universitas Madako Tolitoli, kegiatan ini diikuti oleh Semua dosen Program Studi Pendidikan di universitas madako Tolitoli, Mahasiswa, Alumni dan Peserta lain yang ingin mengetahui lebih lanjut model Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dan Penguatan Kemitraan Berbasis Kawasan Pesisir,” secara Virtual.

Nurmansyah saat dikonfirmasi mengatakan, “Kegiatan Workshop Ini akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 8 Februari sampai dengan hari tanggal 10 Februari.

“Saya sebagai ketua fraksi Partai Demokrat yang menjadi salah satu Narasumber sangat mendukung penuh program ini, tentunya sesuai dengan Fungsi, kedudukan dan kewenangan DPRD” Ungkap Nurmansyah.

Lanjut Nurmansyah, Program Penataan Kawasan pesisir ini sangat tepat dan ideal untuk dikembangkan di sepanjang pesisir wilayah kabupaten Tolitoli yang memiliki garis pantai 498 KM dan memiliki letak geografis yang sangat strategis, karena Tolitoli berhadapan dengan Dua Negara, Tolitoli bisa menjadi Batam ke dua.

“Dengan Berbasis Kemitraan ini, banyak pihak yang harus terlibat, Mulai dari penyusunan program yang komprehensif oleh Umada melalui observasi, riset dan penelitian. Pemerintah bekerja bersama perangkatnya, termasuk menyiapkan anggaran, dan DPRD dengan tiga Fungsi Utamanya, juga melibatkan TNI AL dalam pengawasan dan pengamanan, serta stake holder lain seperti LSM dan LBH peduli lingkungan untik pendampingan Hukum yang akan muncul,” Tutur Nurmansyah.

“Selain pihak yang telah disampaikan tadi, Penataan dan pengembangan kawasan pesisir ini kuncinya adalah partisipasi masyarakat yang sadar akan lingkungan, tentunya ini adalah tugas berat yang harus bersama-sama kita lakukan, memotivasi dan melakukan penyadaran lingkungan kepada masyarakat pesisir untuk membangkitkan harapan mereka, juga merubah mindset masyarakat tentang lingkungan yang mana program ini adalah untuk kesejahteraan mereka dan anak cucu mereka kelak, karena banyak yang akan mereka dapatkan dan rasakan, terutama dari sisi income finansial” pungkas Nurmansyah Saat menutup pembicaraan. ****