Dandim 1305/BT Hadiri Sekolah Lapang Kegempaan Yang di Gelar BMKG

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.com – Guna memitigasi dan mengedukasi masyarakat terkait potensi gempa bumi dan tsunami yang ada diwilayah Kab. Tolitoli, dan Klimatologi (BMKG) Kelas I Palu Prov. Sulteng menggelar sekolah lapang gempa bumi di Balai Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli.

Sekolah kegempaan lapangan ini diikuti sejumlah unsur tim penyelamat mulai dari BPBD Tolitoli, Basarnas Tolitoli, PMI, Dinkes Tolitoli, Puskesmas Tolitoli, Puskesmas Dakopemean, TVRI Tolitoli, RRI Tolitoli, Orari, Rapi, Polres Tolitoli, Polsek Dakopemean, Telkom, Lanal Tolitoli, Koramil Baolan, Kodim 1305/ Buol Tolitoli, KSOP Tolitoli, Desa Galumpang, Desa Kapas, Kampus Madako, Kampus Akper, SMK 1 Dakopemean, SMP 2 Dakopemean, SDN NEG 1 Dungingis, Pemadam Kebakaran, Hotel Sulbar, Hotel Bumi Harapan, Hotel Alatas, PLN, Depo Pertamina, SPBU Pertamina Kota Tolitoli, Babinsa Glumpang, Babinsa Kapas, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Perhubungan, PT.Pelindo IV Cabang Tolitoli, Dinas Pendidikan, tokoh Agama, LSM Perempuan dan Anak, LSM Lingkungan dan MTS Negeri Tolitoli, yang digelar di Balai Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli. Selasa (21/092021)

Kepala perwakilan BMKG Pusat Dr. Daryono, saat membuka sekolah lapang gempa bumi mengatakan, sekolah ini menjadi bagian dari mitigasi bencana yang dilakukan oleh BMKG. Supaya masyarakat bisa menyelamatkan diri secara mandiri terlebih dahulu saat adanya bencana dengan skenario terburuk.

“Sekolah lapangan gempa itu sudah menjadi program rutin di BMKG. Jadi sekolah lapangan gempa dan tsunami ini program tahunan di BMKG yang didukung oleh pemerintah daerah rawan,” ujar Dr. Daryono saat memberikan arahan di sekolah lapang gempa bumi, pada Selasa siang.

Di sekolah lapang gempa ini dijelaskan Dr. Daryono, masyarakat diajari bagaimana caranya menyelamatkan diri secara mandiri terlebih dahulu saat adanya gempa. Dimana potensi tsunami muncul rata – rata 20 menit pasca gempa. Dari sana disampaikan Dr. Daryono harapannya masyarakat bisa mengevakuasi diri terlebih dahulu.

“Belajar gempa di Yang ada di beberapa daerah yang pernah terjadi Tsunami, mulai dari Aceh dan kota Palu dimana pada menit ke-2, dan menit ke – 3 tsunami sudah datang, kalau dari BMKG pengumuman (data gempa dan kemungkinan potensi tsunami) lebih dari 5 menit.” Ucapnya

“Kalau di selatan Jawa Timur paling cepat potensi tsunami 20 menit. Jadi warga diharapkan 1 atau 2 menit bisa langsung menjauh dari pantai, sedangkan menit 2 – 3 mencari tempat yang aman. Kalau di sini (Tolitoli) daerah amannya cukup dekat dari (pantai),” Tambah Dr. Daryono

Dirinya menegaskan sekolah lapang ini sifatnya ada sebagai kewaspadaan dan menyiapkan diri sebelum bencana terjadi.

“Sekali lagi kami tegaskan ini bukan untuk menakut – nakuti, tapi sekolah lapangan gempa ini sifatnya menyiapkan diri masyarakat kalau seandainya nanti terjadi hal demikian,” tegasnya.

Di sekolah lapang ini dikatakan Dr. Daryono masyarakat bakal diajarkan bagaimana menyiapkan langkah usai terjadi gempa yang berpotensi tsunami, mulai dari bekal apa yang dibawa dan menyelamatkan diri kemana. Apalagi tadi pihaknya telah mencanangkan tas siaga bencana yang bisa dimanfaatkan warga.

“Sekolah lapang gempa bumi dalam upaya untuk menyiapkan itu semua.
Nantinya Masyarakat juga akan diberikan simulasi saat terjadi bencana gempa bumi,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya Ucapan terima kasih dari Pemkab Tolitoli kepada pemerintah pusat atas kegiatan sekolah lapang gempa bumi yang di selenggaran di desa galumpang Kec. Dakopemean Kab. Tolitoli.

“Saat ini kami masih terbayang peristiwa Gempa yang berkekuatan7, 4 Skala Richter yang disebabkan oleh aktivitas sesar palu koro, yang telah menimbulkan gelombang tsunami sepanjang pesisir kota palu,” Ungkapnya.

Lanjut Amran, Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tolitoli sungguh beruntung mendapat perhatian dari pemerintah pusat, dalam hal ini BMKG serta badan Nasional Penanggulangan bencana mendapatkan pelajaran di sekolah lapangan gempa bumi di Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli.

“Terima kasih buat BMKG provinsi Sulteng, dan Pusat yang sudah mau memberikan pembelajaran sekolah Lapang Gempa Bumi di kabupaten Tolitoli,” Pungkas Amran.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya, Setda Kab. Tolitoli Asrul Bantilan, SE, BMKG Pusat Jakarta Dr. Daryono Bersama Staf, Kepala Stasiun Geofisika Prov. Sulteng Sujabar, ST bersama Staf, Kepala Stasiun metereologi dan geofisika Kab. Tolitoli Idris Simon, SP, Kapolres Tolitoli AKBP Budhi Batara Pratidina, SH.SIK, MH, Dandim 1305/BT Letkol Farid Yudis Purwanto, DanLanal Tolitoli Letkol laut P Hariono, S.H.M.Tr. ( Hanla ), Kepala Depot Pertamina Kab. Tolitoli Firdaus Novianto, Kabag Ops Polres Tolitoli AKP Nazaruddin, Kasubbag Humas Polres Tolitoli Iptu Ansari Tolah dan Kapolsek Dakopemean Ipda Ade Irfan Rivai Kurnia, S.Tr.K. ***