Curah Hujan Tinggi, Trans Sulawesi di Tolitoli Tergenang Air

Erwin | KabarToday.com | Tolitoli – Hujan Deras Yang Menguyur Sebagian Kota Tolitoli Menyebabkan Banjir Dan Sebagian Mengenangi Jalan Trans Sulawesi Di Desa Marisa, Desa Sibaluton Dan Lampasio, Kecamatan Lampasio Dan Basidondo, Puluhan Kilometer Selatan Ibukota Kabupaten Tolitoli Pada Kamis lalu, 28/7  Sore Hari, Akibat Banjir Yang Melanda Di dua Kecamatan Membuat Pengendara Roda Dua Dan Empat Tidak Bisa Melintas Di jalan Trans Sulawesi.

Menurut saksi mata, ketinggian air yang mencapai 70 hingga 80 cm yang menggenangi badan jalan sepanjang 30 meter membuat para pengendara kendaraan bermotor roda dua dan empat terpaksa berhenti sementara dikarenakan aliran air yang cukup deras menggenangi badan jalan dan sebagian angkutan umum roda empat,  harus melewati jalan provinsi yang terletak dikecamatan ogodeide.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrian panjang kendaraan, TNI-Polri dalam hal Ini Polsek dan Koramil Dondo beserta masyarakat setempat turun tangan membantu para pengendara dengan membuat rakit bagi kendaraan roda dua serta mengarahkan pengendara roda empat agar tidak terperosok masuk dasar sungai.

Kapolsek Basidondo Iptu Yunus Tonapa mengatakan, curah hujan yang sangat lebat pada Kamis sore hingga malam hari, mengakibatkan air dari beberapa sungai yakni sungai Labonu, Kayulompa, dan sungai Basi, mengalami peningkatan ketingian air, hingga menyebabkan beberapa sungai tidak mampu menampung air hujansampai mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi rumah warga dan jalan trans Sulawesi.

“Atas inisiatif saya dengan komandan koramil Dondo dan dibantu warga setempat membantu pengendara roda dua untuk menyeberangkan kendaraan menggunakan rakit, sementara roda empat kami bantu dengan mengarahkannya ke tempat air yang dangkal,”jelas Iptu Yunus Tonapa,

Ditambahkannya lagi akibat rendahnya badan jalan trans Sulawesi, tidak adanya saluran drainase sehingga menyebabkan air sungai menggenangi badan jalan.

“Di daerah tersebut memang jadi langganan banjir, kalau ketinggian air mencapai 100 cm, terpaksa kendaraan harus kami hentikan meskipun harus mengantri untuk mencegah agar kendaraan tidak mengalami kerusakan ketika menyeberang dijalan yang dipenuhi air akibat banjir,” tandasnya. ***