Bupati Tolitoli ‘Polisikan’ Wakil Bupati Tolitoli

Erwin | Kabar Today | Toli toli – Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan, saat berbincang usai dimintai keterangan oleh penyidik di Mako Polres Tolitoli, terkait insiden yang terjadi antara Wakilnya, Abd Rahman H. Budding ketika pelantikan ASN dilingkup Pemkab Tolitoli.

Kericuhan antara Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli pada acara pelantikan ratusan pegawai fungsional dan empat pegawai Struktural dilingkup Pemkab Tolitoli berbuntut panjang. Bupati Moh. Saleh Bantilan melaporkan tindakan Wabupnya, Abd. Rahman H. Budding secara resmi ke Polisi.

Pantauan Kabar Today di kediaman Bupati tolitoli, sejumlah penyidik dari Mapolres Tolitoli, terlihat mendatangi kediaman orang nomor satu di Toli Toli tersebut. Kedatangan penyidik untuk mengumpulkan bahan keterangan terkait kronologi insiden ricuhnya prosesi pelantikan ASN strutural dan fungsional saat Saleh Bantilan menyampaian sambutannya dihadapan para ASN di Gedung Wanita Tolitoli (31/01) kemaren.

Proses pemeriksaanpun dilakukan secara tertutup dirumah kediaman Bupati dan berlangsung selama 2 jam oleh tim penyidik dari Satreskrim Polres Tolitoli. Usai dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik, Saleh Bantilan yang di wakili oleh Arham Yaqub, Kepala Bagian Humas Pemkab Tolitoli mengatakan, membenarkan langkah hukum Bupati Moh. Saleh Bantilan yang melaporkan Wabup Abd. Rahman H Budding yang secara tiba-tiba masuk keruangan Gedung Wanita dan melakukan tindakan aksi premanisme dan menimbulkan kegaduhan pada acara pelantikan tersebut harus diselesaikan dengan jalur hukum.

“Pak Bupati Sudah melaporkan kepada aparat penegak hukum dugaan aksi premanisme Wabup ke Polisi, dan kasus tersebut sudah menjadi urusan aparat penegak hukum untuk menangani seluruh persoalan yang terjadi,’’ Jelas Arham Yaqub kepada awak media.

Ditambahkannya, kejadian tersebut hanyalah miss komunikasi saja, jadi tidak perlu diperpanjang lagi. Dengan melihat insiden yang terjadi, kami mengharapkan agar tidak ada lagi pihak yang sengaja memanas-manasi persoalan ini, dan kejadian yang terjadi sementara dalam penanganan pihak aparat penegak hukum (APH) dan kami berharap kedua Pemimpin Daerah ini bisa menyelesaikan dengan jalan damai yang lebih baik. Agar kedepannya roda pemerintahan kembali normal seperti sedia kala lagi.

Secara terpisah, Wabup Abd. Rahman H. Buding menjelaskan dirinya selaku orang kedua di daerah ini dan memegang jabatan selaku Wabup di bagian pengawasan, untuk meminta pertimbangan para pegawai yang dilantik, ia juga menghargai hasil yang dilakukan oleh tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang sebelumnya disampaikan kepadanya. Bahkan, sempat bertanya langsung kepada Sekretaris Kabupaten Tolitoli, Muqaddis Syamsudin terkait pelantikan 4 orang pejabat strutural yang tiba-tiba dirubah, namun untuk pelantikan pegawai fungsional dirinya tidak merasa keberatan.

Bupati Tidak Koordinasi Dengan Wakil

‘’Kenapa saya tadi marah di acara pelantikan, ada informasi saya terima dan membuat saya kecewa dengan hasil pelantikan. Ada 4 orang pegawai sturuktural berubah secara mendadak, karena pagi harinya pada saat pelantikan langsung berubah dan ini saya tidak terima,’’ Keluh Abd. Rahman.

Mengenai adanya laporan polisi yang dilaporkan oleh Bupati Tolitoli atas dirinya sebagai terlapor, Ketua DPW PPP Sulteng itu menegaskan. ” dirinya siap menghadapi segala konsekuensi hukum atas apa yang telah dia lakukan dihadapan penyidik Kepolisian Polres Tolitoli agar semua ini bisa terungkap jelas masalah yang sebenarnya,” pungkasnya mengakhiri.