Bupati Aptripel Tumimomor: Jangan Tutupi Jika Memang Nyata

MARDISON, JAYA MARHUM, KASMIN SAPUTRA – Menurut kalangan elite dan tokoh-tokoh masyarakat, meliat sosok Bupati Morut ini sangatlah berbeda dengan petinggi lainnya.

Performa bupati satu ini tidak sama sekali menunjukkan sebagai pejabat kebanyakan.Tampil biasa-biasa dan tetap sederhana.Meskipun protokol diterapkan staf dan jajarannya, Ir. Aptripel Tumimomor, MT tetap low profil. Ia enjoy saja.

“Sudahlah. Tidak usah wawancarai saya. Kita ngomong soal-soal biasa saja ya?” begitu kata Aptripel kepada tim Kabar Today yang menemuinya baru-baru ini. Ketika itu Bupati Aptripel didampingi Herry Y. Pinontoan, S.STP, sang Kabag Humas dan Protokol Setkab Morut. Suasana pertemuan berlangsung akrab tanpa wawancara khusus.

“Ini tahun politik.Kan orang bilang saya tidak pintar bicara. Itu hak siapapun yang menilai.Makanya liatlah sendiri bagaimana Morut.Cari tahu kemasyarakat.Jika dapat kenyataan, janganlah ditutupi. Silahkan ungkap apa adanya.
Soal janji untuk buat pabrik karet di Beteleme, saya sudah penuhi,” katanya sembari menebar tawa lepas.

Namun tersirat bahwa Aptripel figur sangat low profil. Karena didalam hatinya sudah tertancap niat, “back to Morut” karena ingin membangun daerah leluhurnya yang begitu ia cintai.
Meski harus meninggalkan jabatan strategis bergaji besar pada perusahaan korporasi di Makassar, Sulsel. Begitulah.

Tapi lain rasanya bagi wartawan dan tidak puas jika tidak “menggali”. Maka sebelum bertemu Aptripel, Kabar Today mengumpul informasi dulu dan melakukan wawancara. Termasuk mencari tahu “keaslian” Aptripel dari masyarakat, termasuk jajarannya. Salah satunya kepada Herry Pinontoan Kabag Humas dan Protokol.

Apa kata Herry? Bupati itu, orangnya disiplin. Tidak suka orang malas dan juga paling anti – maaf — yang suka cari muka. Salah satu contoh kecil melihat kedisiplinan Aptripel ketika ada jadual kunjungan turun lapangan ke wilayah atau desa.

Bila berangkatnya jam 7.00 WITA, maka jam 5.00 WITA ia sudah menelfon dan mengingatkan. Setengah jam sebelum bergerak semua anggota rombongan sudah berada di tempat star (biasanya di Rujab).
“Jadi semua staf sudah tahu kebiasaan pak bupati,” kata Herry.

Pada hal-hal tertentu, Aptripel adalah tipikal tidak gampang percaya laporan. Tapi ia juga tidak suka mengintervensi. Contoh, jika itu ranah dinas, ia tidak akan ikut campur.
Namun urusan harus bisa diselesaikan ditataran dinas. Jadi bawahan dan staf tidak merasa tertekan.

“Bupati itu sosok welas asih,” kata seorang Kadis yang minta tidak perlu namanya disebutkan.Aptripel tambah Herry, pandai menakar kemampuan aparaturnya. Pejabat dibawahnya tidak perlu merekayasa sumber daya supaya dicap pintar.

Karena bupati selaku user sudah tahu siapa pejabat yang bisa diberi amanah memimpin instutusi, dinas atau badan. Pastilah yang dinilai baik, akan tetap dipertahankan.

“Kuncinya, bekerjalah sesuai ranah tugas dan tupoksi dan pak bupati tahu menilai itu,” jelas Herry yang pernah menjadi Camat Petasia Barat. KABARTODAY.com