Bulog Sulteng Salurkan Raskin 3,018,585 kg Per,bulan

Kabartoday.com | Jemmy Tehardjo |Kota Palu – Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Divre Sulawesi Tengh secara rutin menyalurkan beras Raskin di Sulawesi Tengah sebanyak 3,018,585 kg Per,bulan untuk 201239 kepala keluarga. Dan Kabupaten Parimo menempati urutan tertinggi penerima beras Bulog.

Berdasarkan data pagu per,bulan penyaluran beras Raskin dari Divre Bulog Sulawesi Tengah, tiga kabupaten di Sulawesi Tengah menyerap beras Raskin terbanyak, diantaranya Kabupaten Parimo, Kabupaten Banggai, Kabupaten Donggala.

“dari 13 kabupaten & kota di sulteng, Kabupaten Parimo, Banggai dan Donggala adalah urutan tiga besar penerima beras Raskin bulog,” dikatakan Ma’ruf, Kepala Divre Bulog Sulawesi Tengah kepada kabartoday.com di Kota Palu, kemarin.

“ Kabupaten Parimo menerima Raskin itu sebanyak 545 ton dan disalurkan kepada 36,537 kepala keluarga, Kabupaten Banggai 381,61 ton disalurkan buat 25,441 kepala keluarga, sementara urutan ketiga yakni kabupaten Donggala sebanyak 350,68 ton untuk 23,339 kepala keluarga,” terang Ma’ruf.

Meninimalisir penyalahgunaan penyaluran beras raskin tersebut, Divre Bulog Sulawesi Tengah telah menyiapkan tempat pengaduan masyarakat.

“apabila dalam kegiatan penyaluran beras ditemukan penyalagunaan atau pelanggaran, silahkan masyarakat mendatangi kontak person kami yaitu satuan kerja penanggung jawab kecamatan, dengan prosedur mulai dari warga melaporkan kepada kepala desa kemudian kepala desa yang meneruskan temuan tersebut kepada satuan kerja penanggung jawab kecamatan,” tambahnya

Meski penyaluran beras Raskin berhasil disalurkan setiap bulannya, Divre Bulog Sulawesi Tengah tetap akan lakukan Operasi pasar beras untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok itu.

“kami (bulog.Red) meski usai lebaran 2016 ini akan tetap lakukan operasi pasar, dan pelaksanannya dalam waktu dekat ini,”ujarnya tidak membuka agenda tersebut kepada wartawan.

Ma’ruf mengemukakan pula selain beras akan disalurkan gula dan menanti pengiriman dari pusat, termasuk pengadaan pengendalian harga jagung, kedelai dan daging sapi. Sementara itu, khusus untuk pengadaan daging sapi masih berlangsung di pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi utara. Sedangkan, Sulawesi tengah belum termasuk daerah yang krisis daging sapi.

“Sulawesi Tengah ini hebat, karena persediaan daging sapinya berlimpah dan otomatis harga masih terkendali,” tutur Ma’ruf Kepala Divre Bulog Sulawesi Tengah menutup wawancara dengan JeMmy Tehardjo Kabartoday.com . ***