Bangunan Gedung SMPN 5 Ogodeide Diduga Gunakan Pasir Laut

ERWIN | TOLITOLI – Pengaruh uang sepertinya benar-benar telah merasuki segala lini dan bidang pekerjaan, termasuk pendidikan. Demi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, berbagai macam cara dapat dilakukan. Tidak peduli dampak kerugian yang akan ditimbulkan baik jangka pendek maupun jangka panjang bagi pribadi, golongan maupun masyarakat.

Hal ini mungkin saja dapat tergambar dari pelaksanaan pembangunan gedung sekolah SMPN 5 Ogodeide yang sungguh diluar dugaan. Entah apa yang terpikirkan oleh kepala sekolah, sehingga menggunakan jenis pasir yang sangat halus dan diduga kuat merupakan pasir laut. Padahal penggunaan pasir halus dan asin (laut) akan berdampak pada lemahnya kekuatan atau kualitas bangunan.

Hal ini berdasarkan hasil Laporan salah satu masyarakat yang tidak Mau di sebutkan namanya, Rabu (16/1/2020). SMPN 5 Ogodeide terpantau sedang mengerjakan pembangunan yang diperkirakan memakan biaya kurang lebih
205.000.000 rupiah melalui anggaran DAK Swakelola, Didalam gedung yang dibangun didapati timbunan pasir yang diduga adalah pasir laut.

Tumpukan pasir yang berwarna putih yang ada didalam ruangan kelas, ditenggarai merupakan pasir laut, dan dibenarkan oleh Masyarakat yang sedang berada dilokasi pekerjaan.

Berdasarkan keterangan Masyarakat dari awal mereka sudah curiga terkait pasir yang didatangkan adalah pasir laut, jika pasir laut tersebut hanya digunakan sebagai timbunan, mengingat lantai gedung yang dibangunnya, lebih tinggi dari permukaan tanah.

Pihak kepala Sekolah Kadir, sampai saat ini masih belum berhasil dikonfirmasi. Namun, ketua LSM LPK-RI sendiri meyakini pihak kepala sekolah sengaja menggunakan pasir laut untuk melakukan pembangunan sekolah, Jenis pasir halus diduga digunakan untuk campuran pasangan kramik, dll.

” Menurut analisa sementara kami terkait laporan Masyarakat, adanya pasir laut yang digunakan dalam pekerjaan bangunan, itu menandakan pasir tersebut diduga telah digunakan dari awal pembagunan dan digunakan dengan secara sengaja.” jelas Oktavianus Sondhak Ketua Umum LPK -RI Pusat (16/1/2020).

Meski demikian, LPK-RI berharap pihak kepala SMPN 5 Ogodeide bisa segera memberikan klarifikasinya terkait pembangunan ruang belajar yang diduga kuat mengunakan pasir Laut saat prmbagunan RKB.

” kita harap pak Kepsek SMPN 5 Bapak Kadir bisa segera memberikan penjelasan. Nanti kita lihat, apakah dugaan kami salah atau benar. Jika benar, bisa dipastikan Pidsus Kejaksaan Tolitoli akan punya kesibukan tambahan…” Tutur Sondhak

Disebutkan jika penggunaan pasir laut yang memiliki sifat asin yang akan membuat sifat pengikat dari semen menjadi hilang. Bentuk butiran yang halus juga akan membuat adukan semen menjadi tidak kuat dan lebih mudah terlepas.

” Pertama pasir laut memiliki bentuk struktur butiran yang sangat halus, sehingga jika butiran pasir laut disatukan dalam adukan semen tidak akan kuat, dan jika tetap dipaksakan maka ikatan tersebut akan lebih mudah untuk terlepas dan tidak bisa menyatu dengan satu sama lainnya. ” Pungkas. Ketua LPK-RI

Ditempat terpisah Kepala seksi Sarana dan prasarana SMP, Hayatullah saat dikonfirmasi terkait Pembagunan SMP 5 Ogodeide terkait pasir laut mengatakan Saya selaku kepala tidak perna tau, semua yang mengerjakan adalah kepala sekolah langsung.

“Pembangunan sekolah itu dikerjakan oleh kepala sekolah sendiri, karna itu pekerjaan Swakelola, yang langsung dikerjakan pihak kepala sekolah, jadi silakan bapak tanyakan dan konfirmasi langsung saja sama kepala sekolah pak Kadir.” Ucap Kasi SMP Hayatulla KABARTODAY.com