AJTI : Kapolda Sulteng Mohon Copot Kapolres Palu

Alam | Erwin | Kabar Today | Tolitoli – Puluhan Wartawan tolitoli dari berbagai media, yang tergabung dalam AlIansi Jurnalis Tolitoli (AJTI) melakukan aksi solidaritas ke Polsek Baolan dan Polres Tolitoli,  28/6.

Aksi solidaritas wartawan dalam  tuntutan wartawan media Tolitoli yang dibacakan Koordinator Aksi Hendry Lamo, menegaskan, tindakan kasar dan arogan oleh jajaran Polsek Palu Timur terhadap salah satu wartawan di kota palu sulawesi tengah, adalah tindakan yang telah merusak citra polisi yang sedang berupaya melakukan perbaikan citra polisi saat ini.

Dalam kegiatan Razia yang dilaksanakan oleh Polsek Palu Timur sejatinya adalah kegiatan mulia kepolisian dalam upaya penegakan hukum untuk menciptakan suasana aman dan kondusif ditengah masyarakat.

Namun kegiatan mulia yang dilakukan itu telah di coreng dan dinodai oleh tindakan arogan oknum jajaran Polsek Palu Timur dalam Razia pada tgl 23 Juni di wilayah hukum Polsek Palu Timur. Tindakan oleh jajaran Polsek Palu timur tersebut adalah nyata-nyata tindakan yang tidak profesional.

ditambahkannya lagi Tindakan kekerasan dan intimidasi tersebut adalah preseden buruk bagi pihak kepolisian, dan Semakin menambah daftar catatan buruk oknum kepolisian yang membangun sikap permusuhan terhadap insan pers yang ada di indonesia.

“Tindakan ini harus dilawan dan dihentikan. Upaya kekerasan dan arogan oleh oknum penegak hukum harus dihentikan,” tegas Hendri

Sebagai bentuk solidaritas, Aliansi Jurnalis Tolitoli atas kejadian yang menimpa sdr Moh. Ikbal, Pemred Radar TV / Ketua AJI Kota Palu.

Puluhan wartawan tolitoli menyatakan sikap, Mengutuk keras segala macam bentuk tindakan kekerasan dan intimidasi kepada insan pers, Mengecam keras tindakan kekerasan dan intimidasi oleh Jajaran Polsek Palu Timur terhadap sdr. Moh. Ikbal,

Meminta Kapolda dan kapolri mengusut tuntas dan memecat pelaku kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan.

Meminta kepada Kapolda Sulawesi Tengah untuk mencopot mantan kapolres buol yang saat ini menjabat Kapolres Kota Palu dan Kapolsek Palu timur sebagai pimpinan yang paling bertanggung jawab terkait insiden yang memalukan tersebut, atas kelalaian kapolres dan kapolsek yang mengarahkan anggotanya dalam menjalankan tugas.

Hendri Lamo Menghimbau seluruh insan pers Indonesia dan masyarakat luas untuk merapatkan barisan guna melawan segala bentuk kekerasan dan intimidasi yang mengarah pada upaya-upaya terselubung membungkam wartawan dan jurnalis.

“Pernyataan ini sebagai bentuk solidaritas sekaligus keprihatinan wartawan tolitoli atas perilaku buruk oknum kepolisian di Polsek Palu Timur. Dan bila tidak segera ditindak lanjuti, maka wartawan tolitoli meminta dengan sangat agar Kapolri sebagai Pucuk Pimpinan Polri Tito karnavian, mengevaluasi dan mencopot Kapolda Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Kapolres Tolitoli M Iqbal Alqudusy,  yang menerima langsung peserta aksi di halaman Polres Tolitoli, berharap, Tindakan oknum polisi di Polsek Palu Timur itu,  tidak terjadi di Wilayah Hukum Polres Tolitoli.

“Wartawan adalah mitra polri (mitra kami) dalam melaksanakan tugas tugas polri,” imbuh Kapolres.

Dia menegaskan,  jika ada anggota kepolisian di Jajaran polres tolitoli yang  melakukan tindakan intimidasi terhadap insan pers, maka saya akan tindak tegas sesuai prosedur, tegas IQBAL

Sementara itu, saat orasi di depan Mapolsek Baolan, Kapolsek Baolan,  Iptu Army,  juga sangat menyayangkan atas tindakan oknum polisi di Polsek Palu Timur itu.

Dia juga berharap, hal itu tidak terjadi lagi dimana saja khususnya di Polsek Baolan, Polres Tolitoli.  ***