Abdullah Kawulusan: Kondisi Pangan Sulteng Stabil

PALU, KABAR TODAY – Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Ir. H. Abdullah Kawulusan, M. Si mengatakan, enam daerah dari 12 kabupaten ditambah satu kota, masih menjadi lumbung pangan di Sulteng.

Keenam daerah tersebut yakni, Kabupaten Banggai, Donggala, Poso, Parigi Moutong, Tolitoli dan Kabupaten Sigi.

“Sedangkan kabupaten Sigi, mengalami kendala lantaran terkena dampak gempa tahun lalu, akan Tetapi Kabupaten Sigi masih bisa menjadi salah satu lumbung pangan untuk Sulteng,” Ucap Kadis Ketahanan Pangan Sulteng Abdullah Kawulusan Rabu, (18/3) di Palu

Abdullah menambahkan, Secara akumulatif Sulawesi Tengah terus menunjukkan Trend positif terhadap ketersediaan produksi, distribusi dan konsumsi, yang menjadi barometer dalam ketahanan pangan di satu daerah.

“Dinas Ketahanan Pangan selaku koordinator yang mengkoordinasikan masalah ketersediaan produksi, ditribusi dan ketersediaan konsumsi di wilayah Sulteng, Jika tiga faktor ketersediaan tersebut sudah terpenuhi, maka tidak ada lagi masalah,” tegas Kawulusan.

Lagi, H. Abdullah Kawulusan yang juga Sekjen IKIB (Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia Buol), Dinas Pertanian menjadi salah satu intitusi disektor petanian, dan tidak mengalami kendala dalam hal penanganan produksi. Apalagi tecatat, pasa sektor produksi pangan Sulteng sepanjang tahun 2019, secara umum masih bagus, Maka tidak ada masalah dalam ketahanan pangan Sulteng.

Lebih jauh Abdullah Kawulusan menjelaskan bahwa selama ini di daerah-daerah, ketersediaan produksi, distribusi dan konsumsi masih Stabil/ bagus, sehingga dalan beberapa bulan kedepan masih bisa menopang ketersediaan pangan keseluruhan nantinya disulteng. kondisi tersebut bisa lebih dipermantap lagi dengan terjangkaunya harga komoditi pertanian dan perkebunan di pasaran.

“Untuk kedepan kesepakatan antara pusat dan daerah untuk memanfaatkan teknologi pertanian harus dijalankan, dan Disisi lain, aspek ketersediaan pangan diharapkan selalu terjaga dan juga terjangkau dari sisi harga saat panen raya tiba.”Pungkasnya ***