93 Pasien Yang Perna kontak Dengan Dokter Jalani Rapid Test

ERWIN | TOLITOLI Akibat pasien yang tak jujur, seorang dokter dirumah sakit Mokopido Tolitoli, yang berinisial M, kamis Kemarin ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif COVID 19, usai diambil SWAB nya dan dikirim kelaboratorium Palu.

Pasca Ditetapkan sebagai pasien Covid 19, Hari ini sebanyak 93 warga yang merupakan pasien yang perna kontak langsung dengan dokter berinisial (M) menjalani pemeriksaan rapid test di Puskesmas Kota Managaisaki.

“Sampai hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 93 pasien yang pernah kontak dengan dokter (M) terkonfirmasi COVID 19, di mana setelah dilakukan pemeriksaan ada 4 pasien reaktif rapid test ditambah dengan 2 dari keluarga dokter,’’ kata Kepala Puskesmas Managaisaki, H. Ukkas A. Akil saat dikonfirmasi Jumat (15/5).

Lanjut Kapus Managaisaki, Kedatangan warga yang merasa pernah kontak langsung dengan dokter dipuskesmas adalah inisiatif warga, dimana setelah warga memperoleh informasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tolitoli yang mengumumkan seorang dokter terpapar virus Corona itu.

“Agar proses pemeriksaan berjalan dengan tertib, kami dari pihak puskesmas kota terpaksa memberlakukan pemeriksaan dengan menggunakan sistem antrian serta menjaga jarak atau physical distancing, selama dilakukan Repid Test,’’ ujarnya.

Tambah Ukkas, pemeriksaan yang dilakukan oleh para tim medis tetap mengikuti standar prosedur penanganan COVID-19, di mana semua tim medis yang melakukan pemeriksaan wajib menggunakan alat pelindung diri.
Dalam kurung waktu tiga (3) puskesmas kota telah memeriksa sebanyak 93 warga, dan langsung dilakukan pengambilan sampel darah melalui alat rapid test, guna mengetahui apakah pasien yang perna pergi berobat dan melakukan kontak langsung dengan dokter berinisial (M) yang terkonfirmasi COVID-19, dinyatakan reaktif atau non reaktif.

Dari pantauan dilapangan, pasien yang menjalani rapid test usianya sangat beragam, mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa.

Atas kejadian ini, Tim surveillance Puskesmas kota akan terus melakukan tracking terhadap sejumlah pasien yang sampau saat belum terdata, dan akan berkoordinasi dengan asisten dokter yang melakukan pencatatan terhadap pasien terkait daftar nama pasien yang sudah melakukan pemeriksaan selama slseminggu belakangan, sebelum dokter berinisial (M) tersebut terkonfirmasi positif COVID-19. KABARTODAY.com