Warga Sesalkan Bangunan Bersejarah Dibongkar di Kolonodale

ANDI | MORUT | SULTENG – Warga kota Kolonodale kabupaten Morowali Utara sesalkan atas dibongkarnya bangunan eks kantor Samsat yang memiliki nilai sejarah.

Arman Marunduh juga cucu dari Raja Marunduh/Raja Mori, mengatakan saat ditemui dikediamannya di Kolonodale baru-baru ini, sangat sesalkan dengan kebijakan Pemda Morowali Utara (Morut) membongkar bangunan bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda, sesal Arman.

Menurut Arman, seharusnya bangunan bersejarah yang ada didalam kota Kolonidale ini, tidak harus dikorbankan demi proyek tata kota, meski begitu, bangunan bersejarah tersebut dirawat dan dilestarikan sebagai simbol kota tua Kolonodale, juga sebagai monumen situs sejarah bagi generasi yang akan datang, pasalnya Kolonodale masa pemerintahan kolonial Belanda pernah menjadi onder afdeling atau pusat pemerintahan belanda dimasa kolonial Belanda, “Jadi kalau Pemda ingin menata kota lantas bangunan bersejarah dikorbankan, maka ia khawatir semua bangunan bersejarah yang lain yang masih berdiri kokoh akan, ikut dibongkar, sehingga kota Kolonodale sebagai kota tua dengan sejumlah situs sejarah akan kehilangan khasnya sebagai kota bersejarah, kita tidak menolak penataan kota, namun sebaiknya penataan itu tidak harus melenyapkan sejarah eks onder afdeling kota tua Kolonidale,” cetus Arman.

Ditempat terpisah dirujab Wabup MORUT M. Asrar Abd. Samad, senada dengan Arman Marunduh, “Seharus pembangunan dalam kota tidak mengorbankan situs sejarah, apalagi ada sejumlah bangunan peningggalan dan benda bersejarah kolonial Belanda yang perlu dirawat, dipugar dan dilestarikan, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap nilai-nilai sejarah yang juga miliki nilai kearifan lokal,” tandas Wabup.

Terkait adanya wacana eks gedung RSUD Kolonodale yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 30-an akan dibongkar lalu dilokasi itu direncanakan akan dibangun gedung bertingkat, menurutnya, sebaiknya mencari lokasi lain, seperti di bekas lokasi tambang PT.MPR yang berada disebelah utara kota Kolonodale tepatnya didesa ganda-ganda kecamatan Petasia sudah dikembalikan ke Pemda, jadi eks RSUD itu tidak harus dibongkar malah harus dipugar dengan tetap mempertahankan keasliannya, atau eks RSUD itu dijadikan kantor dinas pariwisata atau dijadikan kawasan wisata bangunan bersejarah, sebagai bentuk ke arifan lokal yang mempertahankan nilai sejarah bagi generasi yang akan datang, cetus Wakil Bupati.*KabarToday.com