Warga Sekitar Masjid Minta Tanggung jawab PLN

Erwin | Kabar Today | Toli toli – Pelaksanaan Sholat Jumat lalu di Mesjid Agung Al Mubarak Tolitoli sempat terganggu akibat “byarpet” alias mati lampu. Pemadaman listrik itu terjadi pada saat umat muslim sedang khusyuknya menjalankan ibadah sholat juma’t di Mesjid Agung.

Usai menunaikan ibadah sholat Jumat, beberapa jamaah yang keluar dari masjid nampak terlihat saling berbisik dan ada yang iseng sambil berjalan keluar masjid berkelakar dan mengutuk keras aksi pemadam listrik tersebut.

Sebut saja Iwan seorang jamaah mengatakan, Bahwa padamnya lampu bertepatan dengan Sholat Jumat sangat mengganggu kami selaku jamaah yang sedang melaksanakan sholat. Ini sudah berulang-ulang kali dan seperti ada dugaan kesengajaan yang dilakukan oleh oknum tertentu di lingkup PLN Tolitoli.

Iwan menambahkan pihak PLN harusnya bisa mengantisipasi pemadaman listrik pada saat umat muslim sedang melaksanakan ibadah sholat Jumat, bukan membiarkan listrik mati dan berdalih gangguan jaringan, trafo OB, pohon tumbang dan sejumlah alasan yang tidak jelas.

Ditambahkanya semestinya pihak PT. PLN Area Tolitoli harusnya memberikan kenyamanan dan pelayanan prima bagi konsumen bukan membuat konsumen teriak-teriak, memaki dan menghujatnya setiap ada pemadaman. “Jangan hanya sesuka hati saja melakukan pemadaman, harusnya disosialisasikan terlebih dulu, masyarakat yang selalu menjadi korban dan rugi dari pemadaman.”

Contoh kerugian masyarakat akibat listrik sering padam beber Iwan, banyak peralatan elektronik dirumah-rumah masyarakat yang jebol. Kerugian masyarakat sudah tidak bisa terhitung lagi akibat dari listrik yang sering “byarpet” atau pemadaman listrik yang tidak beraturan dilakukan pihak PLN. Pada bulan lalu, Televisi, Kulkas, Kipas Angin dan berbagai macam Barang Electronik masyarakat yang jadi korban alias rusak, akibat tegangan listrik yang tidak stabil yang dilakukan pihak PLN.

Apakah kerusakan yang terjadi dan dialami oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pihak PT. PLN Area Tolitoli, atau misalnya ada jaminan kompensasi bila ada rumah kebakaran akibat listrik yang tidak stabil. Jadi kami meminta perhatianya pihak PLN dan serta tanggung jawab kepada masyarakat. Dimana tanggung jawab pihak PLN Terhadap masyarakat?” Tegas Iwan sembari bertanya dan mengakhiri komentarnya. ***

Comments

comments