Tender ‘Siluman’, Diduga Pegang SBU ‘Mati’ Menang Tender

Tim | KabarToday.com | Buol – Ditengarai ada tender proyek siluman di Buol yaitu pembangunan Masjid Raya Buol, Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia, dengan nilai Rp. 14 miliar sangat kuat dugaan perusahaan pemegang Sertifikat Badan Usaha (SBU) ‘Mati’ dimenangkan oleh pihak panitia tender.

Berdasarkan data resmi yang dapat dilhat secara terbuka pada situs resmi www.lpjk.net, SBU PT. Kilongan Nusa Konstruksindo teregistrasi tanggal 02/04/2018. Sementara itu, jika mengacu pada jadwal lelang LPSE Kabupaten Buol, saat itu sudah dalam masa sanggah yakni tanggal 31 maret sampai tanggal 04 April 2018. Artinya, ketika PT. Kilongan Nusa Konstruksindo ditetapkan sebagai pemenang pada tanggal 30/03/2018, SBU perusahaan tersebut belum teregistrasi di tahun ke 3, dan atau posisi SBU tidak belaku. Sebab registrasi di tahun ke 2 PT. Kilongan Nusa Konstruksindo, berakhir tanggal 16/03/2017.

Masih mengacu pada sumber data dari situs resmi www.lpjk.net, pada peraturan LPJK No. 3 tahun 2017 dan dikuatkan dengan surat edaran LPJK Sulteng No. 04/LPJK. P-ST/UM/I/2018 pada tanggal 15 januari 2018, poin 3 menyebutkan bahwa, SBU yang tidak diregistrasi ulang akan dikenakan sanksi penghapusan sementara data badan usaha pada www.lpjk.net. Sejak diregistrasi ulang.

Selain itu, PT. Kilongan Nusa Konstruksindo yang ditetapkan Pokja I ULP Buol sebagai pemenang lelang, ditengarai juga tidak memiliki Kemampuan Dasar (KD) pengalaman terhadap lelang paket pembagungan Masjid Raya Buol, yang nilainya sebesar Rp. 14 miliar tersebut.
.
Janggal PT KILONGAN 2
.
Lanjut dengan sumber data yang sama, bahwa PT. Kilongan Nusa Konstruksindo, memiliki pengalaman dengan nilai tertinggi pada sub bidang bangunan lainnya (BG009) tahun 2012 yakni Rp. 4,648,157 miliar.

Dan apabila digunakan rumus yang diamanatkan pada Perpres 54 tahun 2010, yang mengatur tentang Kemapuan Dasar (KD) perusahaan dalam melaksanakan nilai proyek, dari nilai pengalaman tertinggi tersebut dikalikan tiga. Sehingga Kemampuan Dasar yang dimiliki PT.Kilongan Nusa Konstruksindo sebesar Rp. 13.994.471.

Sementara itu, ditulis dalam dokumen lelang sebagaimana yang dipersyaratkan pada BAB V. lembar data kualifikasi (LDK) huruf C sangat jelas bahwa, harus Memiliki pengalaman pada subbidang pekerjaan jasa pelaksana untuk konstruksi Bangunan Gedung lainnya (BG009) dengan Kemampuan Dasar (KD) sebesar Rp. 14.000.000.000.Sehingga dari data yang ditemukan tersebut, sangat kuat dugaan bahwa perusahaan yang dimenangkan Pokja I pada pada paket pembangunan Masji Raya Buol tahap IV, LPSE Buol, cacat kualifikasi alias cacat hukum.
.
Janggal PT KILONGAN 3
.
Hingga berita ini disebar-luaskan oleh wartawan, Ketua Pokja I ULP Buol, Darsyad tidak merespon untuk dimintai konfirmasinya. Nomor kontak telepon dan sms milik Ketua Pokja I ULP Buol dengan no. 08134039xxxx tidak aktif.

Sebelumnya, Dirut PT. Trinanda Karya Utama, Sadlian Noor, kepada wartawan, Rabu, lalu (3/4/2018) menilai Pokja I dalam menetapkan pemenang telah melakukan pembohongan dokumen otentik milik PT. Trinanda Karya Utama yang telah dimasukan ke dalam dokumen penawaran melalui website LPSE Kabupaten Buol.

Dijelaskan Sadlian, bahwa dokumen ISO, OHSAS dan SMK3, yang dilampirkan dalam penawaran PT. Trinanda Karya Utama, oleh Pokja berasalan atas nama perusahaan lain. Padahal sangat jelas dokumen yang dimasukan data kualifikasi perusahaan adalah milik PT. Trinanda Karya Utama saja.

Hal itu kemudian yang membuat Pokja menggugurkan PT. Trinanda Karya Utama sebagai penawar terendah dan memenangkan perusahaan lain menjadi pemenang lelang yakni PT Kilongan Nusa Konstruksindo yang kelengkapan dokumen tidak memenuhi syarat kualifikasi.

Lanjut dikatakan Sadlian. “ Seharusnya jika mengacu pada dokumen penawaran pasal 28.6 apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka dilakukan klarifikasi secara tertulis dengan tidak mengubah data subtansi.”

“Namun anehnya sampai pada tahap pengumuman pemenang kami belum pernah diundang oleh Pokja untuk melakukan klarifikasi. Malah alasaan Pokja dalam menggugurkan kami karena dokumen ISO, OHSAS dan SMK3, yang kami lampirkan adalah milik perusahaan lain,”terang Sadlian via telepon. ***

Editor : JeM

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *