Tarif PO BOX CPNS BKPSDM Dari Pos Indonesia Tolitoli Tidak Rasional

ERWIN | TOLITOLI – Besarnya tarif PO Box berkas tes CPNS secara manual dari kantor POS Tolitoli dengan Rp 20 ribu per berkas, menjadi perbincangan hangat dan juga menjadi keluhan dari para pelamar CPNS di Tolitoli

Apalagi berdasar data yang disampaikan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kepada kantor pos beberapa waktu lalu, memperkirakan pendaftaran CPNS akan mencapai 10.000 orang pelamar yang akan ikut pendaftaran tes CPNS tahun 2019, sampai hari ini (22/11) pendaftar sudah mencapai 990 Orang, pendaftar dari berbagai daerah.

Tidak sedikit uang yang diterima oleh pihak Kantor Pos Tolitoli atas pengiriman berkas tes CPNS ini. Jika apa yang disampaikan pihak BKPSDM kepada kantor pos. dari tarif yang dibayarkan sebesar 20.000 per pendaftar, dengan jumlah 10.000 pendaftar akan mencapai 10.000 pendaftar,  maka uang yang akan terkumpul berjumlah sekitar Rp 200 juta yang akan diterima oleh pihak Kantor Pos.

salah satu pelamar tes CPNS yang tidak mau disebutkan namanya krpada wartawan KABARTODAY.com, mengatakan kalau dipikir secara logika, berkas yang dikirim di Kantor Pos Tolitoli dengan ongkos kirim Rp 20 ribu ini tidak masuk akal, dan tergolong sangat mahal.

“Mengeluh sih sebenarnya, secara logika saja kita berpikir, kirim berkas melalui Kantor Pos Tolitoli, dan pihak pos mengirim ke kantor BKPSDM Tolitoli dibayar Rp 20 ribu, itukan tidak masuk akal. Kalau begitu, lebih baik kita sendiri yang mengantar langsung berkas tes CPNS ini ke kantor BKPSDM  Tolitoli, ”katanya.

Lanjut lagi, dengan mahalnya biaya yang dipatok, maka berhembus dugaan ada permainan dan komitmen yang di lakukan antara BKPSDM dan kantor POS Tolitoli.

“Wajar kita menduga ada permainan antara pihak Kantor Pos dengan BKPSDM Tolitoli ini, karna kalau dihitung dari berkas masuk saja sudah mencapai 990 sebanyak orang jika dikali Rp 20 ribu, jumlahnya hampir mencapai 20 juta. Tapi kita tidak tau apakah memang sistem atau aturan dari Kantor Posnya, kalau diwajibkan membayar Rp 20ribu ini, karna ini tidak wajar sedang kan jarak dari kantor POS ke Kantor BKPSDM berjarak hanya 700 meter saja.” singkatnya.

Sementara itu Pimpinan Kantor Pos Tolitoli Jems, saat dikonfirmasi dikantornya terkait mahalnya biaya anggaran membantah tuduhan tersebut. Memang, biaya pengiriman berkas tes CPNS di Kantor Pos sebenarnya sebesar Rp 20 ribu dan itu sudah di atur didalam sistem dan sudah di sepakati oleh BKPSDM

“Untuk harga tidak ada permainan, karena sudah ditentukan secara sistem dari Kantor Pos pusat, bisa dilihat pembukuan dan neracanya di kantor. Harga sudah sesuai aturan yang di tetapkan dan sudah disepakati antara Pihak Kami dan BKPSDM. ” terangnya.

Menurut Jems tarif yang di kenakan sebesar 20 Ribu itu sudah sesuai dengan tarif yang di atur oleh sistem pusat dan pihak kantor pos ini hanya jasa saja dalam bisnis.

“Kami pihak kantor pos hanya meneriman jasa saja, (ini kan juga namanya bisnis, Red), yang hanya ada setahun sekali ‘Itupun kalau ada penerimaan CPNS saja’ Dan yang jelas kami bekerja sesuai dengan SOP kami berdasarkan sistem dari pusat dan tidak mau merugikan masyarakat,” Tuturnya.

Disinggung terkait MoU kerjasama yang di buat pihak kantor pos dan BKPSDM Tolitoli, jems kepala kantor pos Tolitoli menyampaikan bahwa bahwa MoU kerjasama saat ini masih sementara di buat dan saat ini masih menunggu kerjasama tersebut untuk di tanda tangani.

“MoU anatara kantor pos dan Badan terkait, masih sementara disusun, dan saat ini kami dari pihak kantor post masih menunggu kontrak kerjasama yang akan diantar pihak BKPSDM kepada kami. pungkasnya. KABARTODAY.com

Comments

comments