SIL Bisa Jadi “Kuda Hitam” di Pilkada Banggai

BIAN/ERWIN – BANGGAI – Menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang tinggal beberapa bulan lagi, peta politik di Kabupaten Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi menarik.Apalagi ada tokoh perempuan yang kabarnya berhasrat maju dalam Pilkada Banggai.

Kehadiran Sri Indrianingsih Lalusu, salah satu kader terbaik DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulteng mengubah pandangan masyarakat akan dominasi figur laki-laki sebagai pemimpin sebuah daerah.

Pasca reformasi tahun 1998 dan dimulainya demokrasi di tahun 1999, pemilihan Bupati dan wakil Bupati Banggai hingga sampai sekarang, baru saat ini didapati figur-figur politisi perempuan yang mencoba naik ke pentas politik yang dijuluki sebagai Kota Air.

Pengamat sosial dan politik, Baharuddin, kehadiran perempuan dalam kontestasi Pilkada di Provinsi Sulteng khususnya Pemilihan Bupati/wakil bupati Banggai harus disambut dengan baik, artinya kontestasi ini sudah tidak lagi sepatutnya menjadi domain laki-laki.

“Masyarakat mulai membuka diri terhadap keterlibatan perempuan seiring dengan kondisi sosio-kultural yang mulai berubah, yaitu adanya kesadaran masyarakat untuk menerima perempuan di bidang politik, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bakal calon,” bebernya.

Penelusuran media ini, Sri Indrianingsih Lalusu (SIL) menjadi salah satu nama yang ramai diperbincangkan untuk menjadi calon Bupati Banggai periode 2021-2026. Banyak kalangan menilai SIL mampu menjadi ‘kuda hitam’ dalam kontestasi pilkada yang digelar pada September 2020.

Menanggapi hal itu, SIL biasa ia disapa akrab, merasa bersyukur dan terimakasih atas apresiasi masyarakat kepada dirinya.

“Alhamdulillah kalau nama saya disebut-sebut, tapi kan saya kader partai apapun perintah dari Ketua Umum Ibu Hj Megawati Soekarnoputri ya saya lakukan,” ujar SIL, belum lama ini.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan partainya berkoalisi dengan partai politik lainnya. Meskipun, kata dia, saat ini PDI Perjuangan Banggai dapat mengusung pasangan calon Bupati dan wakil bupati tanpa berkoalisi.

“Yang namanya dinamika politik bisa saja, kita lihat saja semua kan ada mekanismenya. Kami kan orang politik, komunikasi harus dibangun dengan siapapun,” paparnya.KABARTODAY.com