Satpol PP Tolitoli Razia Tabung LPG 3 kg

ERWIN | TOLITOLI- Pemkab Tolitoli melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), memberikan tindakan tegas terhadap perdagangan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau bersubsidi, yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Puluhan pangkalan dan pengecer dikios, penjual isi ulang tabung elpiji bersubsidi diberikan teguran, pada Selasa (07/04).

Kepala Satpol PP dan Damkar Tolitoli, Samsu S.Ag mengatakan, banuaknua laporan dari masyarakat bahwa sejumlah warung (Kios) di Kecamatan Baolan menjual Elpiji 3 kilogram dengan harga yang mahal. Menurutnya, satu tabung gas dijual sampai Rp 35 ribu, sehingga meresahkan masyarakat, dimana banyak ibu rumah tangga saat ingin membeli Tabung gas 3 Kg di puluhan pangkalan yang ada dikecamatan Baolan yang baru dibongkar, tak lama berapa lama saja sudah habis terjual.

Dikatakannya, para pemilik warung (Kios) yang diberikan teguran, mengaku menjual gas elpiji tiga kilogram dengan harga yang cukup tinggi. Pasalnya persaingan untuk. mendapatkan tabung 3 Kg cukup sulit. Sehingga para pemilik warung (Kios) dengan maksud untuk mendapatkan untung, maka dijual ke masyarakat Rp 35 ribu pertabung. Dalam satu minggu, satu warung bisa menjual sampai puluhan tabung.

“Dari laporan masyarakat, langsung kita rapatkan dan telusuri kabar tersebut. Kami pun langsung memerintahkan anggota untuk mengecek ke warung (Kios) dan ternyata benar. Sejumlah warung (Kios) nekat menjual elpiji tiga kilogram dengan keuntungan lebih dari 30% dari harga HET,” paparnya.

Samsu melanjutkan, setelah semua informasi valid, pihaknya menurunkan puluhan anggota Satpol PP untuk memberikan teguran kepada penjual eceran. Di mana warung dan toko kelontongan tidak diperbolehkan menjual gas elpiji tiga kilogram.

“Hari ini, puluhan anggota yang kita bagi dalam tiga tim turun ke Kecamatan baolan dan warung yang menjual elpiji. Dan jika ada warung (Kios) yang terbukti menjual tidak memiliki izin dan menjual diatas harga dia atas harga HET, Pihaknya langsung memberikan surat teguran, kepada kios tersebut,” terangnya.

Selain itu ada Puluhan pemilik warung (Kiios) yang menjual elpiji tidak sesuai HET, dan kami juga menyampaikan kepada pemilik pangkalan agar tidak lagi memberikan/menjual kepada pemilik warung (Kios) yang mencari keuntungan besar.

Samsu, melanjutkan, berdasarkan pengakuan pemilik warung, mereka menjual elpiji karna keuntungannya sangat mengiurkan, apa lagi elpiji 3 Kg sangat di cari oleh masyarakat, puluhan tabung bisa habis dalam sehari.

Ditegaskannya, penertiban ini akan terus dilakukan sampai tuntas. Termasuk untuk mengetahui pangkalan elpiji mana yang sering menjual tabung kewarung (Kios) yang sudah jadi langganan dipangkalan, dan gas elpiji tiga kilogram tidak diperbolehkan dijual di warung (Kios) yang tidak memiliki izin.

“Kita akan pantau terus pangkalan elpiji yang suka memasok (Menjual) ke warung (Kios), Jika nantinya terbukti maka akan kita laporkan ke bupati dan wakil bupati. Sanksi terberat bisa sampai pencabutan izin,” tandas Samsu.

Sementara itu puluhan pemilik warung dan pangkalan yang diberikan teguran masih sebatas himbauan dan belum diberikan sanksi peringatan agar tidak boleh lagi menjual gas Elpiji 3 kg, dan khusus pangkalan dibuatkan surat teguran tertulis, jika nantinya kedapatan ada kolaborasi antara pangkalan dan pemilik warung (Kios) akan diberikan sanksi untuk tidak boleh menjual gas elpiji ukuran tiga kilogram.

Penertiban tabung gas 3 Kg oleh satuan Pamong Praja, turut didampingi Kabid Perda Ismail Nawir S.sos, Kabid trantibun Asnawir SH, kasi Ops, Zainuddin SH, kasi Kerjasama Hendra Yudistira,S.Ip, kasi Penyuluhan Arnold Solihin, dan Firman. KABARTODAY.com

Comments

comments