Rumah Sakit Raja Tombolotutu Terapkan Pemantaun Khusus Penyebaran Covid 19

NASIR TULA | PARIGI – Terkait penyebaran pendemig Covid 19 yang sejauh ini telah masuk hampir seluruh wilayah di  Indonesia, tentunya semua pihak baik itu pemerintah maupun pihak swasta serta masyarakat terus melakukan berbagai upaya dalam melakukan pencegahan sedini mungkin.

Tentunya kita sadari bersama bagaimana penyebaran virus covid 19 ( Corona ) telah banyak memakan korban meninggal dunia hampir semua negara yang menghadapi hal ini, tutur direktur RS.Raja Tombolotutu dr.Rustam Mangga

Untuk mengatasi penyebaran virus ini sebagaiman kita ketahui bersama, pastinya ada berbagai gejala seperti batuk, demam dan suhu badan naik sampai mencapai 37 derajat, dan sebelum gejala itu menunjukan sisi yang positif secepatnya warga dihimbau melakukan pemeriksaan di Puskesmas terdekat.

Sebagai antisipasi penyebaran pihak RS.Raja Tombolotutu yang berada di d Desa Tinombo secepatnya merespon apabila ada warga yang mendapat rujukan dari puskesmas dengan kategori Orang Dalam Pemantauan ( ODP), pada intinya ODP tersebut kami tangani secara serius dengan dokter yang telah di persiapkan, ungkap Rustam Mangga.

Tugas pemantauan itu ada di tangan dinas kesehatan kabupaten Parimo, dalam hal ini puskesmas dengan petugas efilens yang mendata warga masuk kategori ODP, apa lagi petugas ini sudah mendapat pembekalan pengetahuan sebelum turun kelapangan.

Pihak rumah sakit tergabung dalam kelompok WA yang masuk di tim Satgas Covid 19 Kabupaten,  karena dalam tim ini semua dokter spesialis, sehingga pihak rumah sakit mudah dalam memantau kalaw ada yang masuk kategori ODP, menggingat Kabupaten Parimo memiliki dua puluh tiga kecamatan dan dua puluh empat puskesmas, dengan luas wilayah yang terbesar dari semua Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah

Secara khusus kami hanya menangani, kalaw memang yang ada  perlu  penanganan dari ringan dan sedang, kalaupun nantinya sampai memberat dengan status  ODP dan hasil tes laboratorium mengarah ke Covid 19 status PDP dan kami langsung rujuk ke rumah sakit Undata palu, tutur dr.Rustam, saat diruang kerjanya Pada Kamis 02 / 04 / 2020.

Hal itu kami lakukan karena sejauh ini RS.Raja Tombolotutu belum ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan pasein Covid 19, hanya sebagai tempat hasil konfirmasi dari hasil laboratorium dan kliniks ( Rongsen ) mengarah ke Covid 19 dalam waktu satu kali dua puluh empat jam langsung di rujuk ke RS.Undata Palu.

Semoga sajah gubernur  provinsi sulawesi tengah secepatnya membeli alkes (pendeteksi) virus seperti gubernur Sulawesi Selatan yang sudah membeli alat tersebut, hal ini dilakukan agar secepatnya hasil pasien yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) secepatnya diketahui hasilnya,  dengan tujuan mudah pemantauan dan pengawasan dalam menyaring data pemeriksaan kalau masuk kategori PDP, jelasnya. KABARTODAY.com

Comments

comments