Puluhan Gaji Honor Dan Gaji GTT Dinas Pendidikan Tahun 2017/2019 Diduga Fiktif

ERWIN, TOLITOLI – Laporan berupa bukti daftar pembayaran gaji Honor dan penerima gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli Diduga Fiktif n siluman. pasalnya nama pegawai Honor yang sudah tidak lagi mengajar di sekolah masih menerima honor nya, dan penerima GTT dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 sudah tidak mengajar dan bahkan sudah menjadi PNS masih terdaftar untuk menerima gaji GTT. (19/8)

Beberapa orang penerima GTT yang sudah tidak aktif dam terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi masih ada namanya didalam daftar peneriman GTT
1. Kamaria Yang sudah tidak aktif Mengajar sejak tahun 2017, SDN 2 Kombo
2. Kardiman yang sudah berhenti pada tahun 2018, SDN 3 Tampiala
3. Jalim A. Manan yang sudah terangkat menjadi PNS SDN Pekalsalo.
4. Guru Honor SMP yang di potong
5.Yani spd salah satu yg ada didaftar honor tapi setelah dikonfirmasi dengan guru disekolah itu nama yani tidak ada

Salah satu guru Honor sekolah SMP yang tidak mau dikorankan namanya saat di konfirmasi membenarkan bahwa tahun 2019 pembayaran gaji honor saya disekolah telah di bayarkan kepada saya dan telah masuk kerekening saya,

“Gaji yang di bayarkan kesaya sudah di dua kali, yang pertama sebesar Rp 1.200.000 dan saya dikasih sebesar Rp.200 dan pembayaran kedua sebesar 800rb dan saya dikasih sebesar Rp.150rb, sisanya di ambil sama Kasubag Umum dan kepegawaian.”ucapnya

Lanjut lagi, Saya sudah menjadi honor di kantor dinas pendidikan dari tahun 2017, tapi kenapa gaji honor saya masih di bayarkan tahun 2019.

“Saat itu saya dipanggil kasubag umum/Kepegawaian, dan di sampaikan bahwa gaji Honor guru saya sudah dikirim direkening, dan selanjutnya saya diperintahkan untuk menarik uang tersebut oleh Moh. Rusdi SE selaku kasubag Umum dan Kepegawaian dengan diberikan kepadanya, dan uang tersebut diambil oleh Kasubag Umum.” pungkasnya

Ditempat terpisah Wartawan KABARTODAY.com mencoba mengkonfirmasi kepada Kasubag umum dan kepegawaian Moh. Rusdi SE di kantornya hanya mengatakan maaf saya mau pergi jemput anak saya nanti lain kali saja dengan berjalan keluar ruangannya.

Akibat ini semua, guru honor dan GTT tidak jelas alias fiktif, dimana banyak guru honor berhenti karna tidak dibayarkan honornya, padahal tahun 2019 ini anggaran untuk honor n GTT kurang lebih 700 juta. Olehnya kami minta kepada pihak terkait atau penegak hukum untuk meminta nama dan data guru yang sudah dibayarkan 2 TW tahun 2019 serta tahun sebelumnya.KABARTODAY.com