Program Foot Estate, Pulpis Siapkan Lahan 56 Ribu Hektare

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) telah menyediakan lahan seluas 56.000 hektare sebagai lokasi pengembangan ketahanan pangan nasional. Karena, di Kabupaten Pulpis dulu pernah dilaksanakan rencana pengembangan lahan gambut satu juta hektare.

Itu disampaikan Bupati Pulpis, H. Edy Pratowo usai Vidcon Rakor Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Bupati Kapuas dan Gubernur Kalteng serta Kementerian Pertanian RI yang berlangsung di Mess Pemda, Kamis (18/06).

“Setelah dikaji, fokus pemerintah pusat saat ini ada diangka 148.000 hektare yang tersebar di dua Kabupaten. Untuk di Kabupaten Pulpis memiliki luasan diangka 56.000 hektare, sedangkan sisanya ada di wilayah Kabupaten Kapuas,” terang Edy.

Bupati Edy menjelaskan, dari luasan 56.000 hektare yang berada di Pulpis, diantaranya merupakan lahan yang sudah dikerjakan dan lahan yang sudah menghasilkan (lahan Eksisting) ada 25.000 hektare lebih, kemudian ada juga lahan yang perlu ditingkatkan optimalisasinya berada diangka 19.000 hektare lebih.

“Dan ada juga lahan potensial yang bisa dibuka untuk Eksentifikasi pengembangan, perluasan itu di 11.000 hektare lebih, sehingga totalnya 56.000 hektare itu,” kata Bupati.

Ini merupakan tindak lanjut dari pemerintah pusat untuk melihat sampai sejauh mana potensi yang sudah ada. Karena di lokasi itu telah tersedia pembangunan sarana dan prasarananya, baik itu bangunan lokasi transmigrasi maupun jaringan irigasi yang sudah dibangun.

“Ditahap pertama ini, fokus terhadap pengembangan lahan yang sudah ada (Intesifikasi), yakni peningkatan hasil produktivitas pertanian dari semua faktor yang dimiliki,” tambahnya.

Untuk persiapan Kabupaten Pulpis, Edy mengungkapkan, langkah pertama adalah dengan menyiapkan lokasi-lokasi yang disebutkan di 56.000 hektare itu sudah Clear and Clear. Artinya, lahan tersebut tidak bermasalah dan memang diperuntukkan untuk pertanian bukan untuk konsesi yang lain.

“Yang kedua, kita akan melakukan kolaborasi bersama SOPD terkait dalam rangka mendukung program itu. Karena kita tidak hanya berharap kepada pemerintah pusat saja, tetapi respon dari Kabupaten setempat terhadap keinginan dan harapan bangsa, itu intinya,” tegas Edy.

Edy juga berharap, nantinya di wilayah yang menjadi sentra produksi pertanian dapat terbangun sebuah industri yang mampu mengolah hasil-hasil pertanian tanaman pangan setempat untuk bisa menghasilkan produk yang bisa dipasarkan bagi konsumen.

“Sehingga mempunyai nilai manfaat, nilai ekonomis dan nilai kesejahteraan untuk penghasilan bagi masyarakat kita semua,” tutupnya. KABAR TODAY.COM

Comments

comments