Prajurit TNI TMMD Hadir, “Semangat Bela Negara Pelajar Membara”

DERADIKALISME menjadi salah satu materi yang disampaikan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke – 103 TA. 2018. Sosialisasi tersebut merupakan sasaran nonfisik berupa penyuluhan bidang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, penanganan Narkoba dan HIV AIDS, bidang Kamtibmas, Terorisme, bidang KB Kesehatan, bidang Lingkungan Hidup, bidang Kependudukan, bidang Perkoperasian dan bidang Pertanian.
“Kekerasan termasuk di dalamnya terorisme, supaya dihindari sejak dini. Penyampaian ke anak-anak merupakan waktu yang tepat karena kalangan tersebut mudah dipengaruhi hal-hal negatif. Seperti halnya merokok, miras, narkoba dan sebagainya,” jelas Pjs Peltu Joko Harianto Danramil 1305/BT-11.(22/10)

Ia meyakini ihwal terorisme sudah dikenal anak-anak sampai dewasa dari media massa. Seperti penangkapan para tersangka teror oleh aparat Densus 88 di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Peltu Joko juga mengingatkan mereka supaya menolak ajakan berbuat radikal beriming-iming masuk surga dan sejenisnya.

“Tugas anak-anak belajar. Fokus itu saja. Jangan terpengaruh organisasi di luar sekolah yang menjamin masuk surga jika mau berbuat hal melanggar hukum,” katanya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengakui terus membantu pihak Kepolisian untuk menghandel semua persoalan terorisme di Indonesia. Saat ini, keberadaan kelompok radikal, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menjadi fokus dalam mengatasi persoalan terorisme. Salah satunya, mencegah Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan berangkat ke Suriah untuk bergabung ke ISIS. Tak hanya itu, kondisi dan peta terorisme di dalam negeri juga menjadi fokus TNI. Salah satunya belajar dari beberapa kasus teror bom yang dilakukan oleh mantan napi terorisme. Karena itulah program deradikalisasi ini terus dibenahi dan dimaksimalkan.

BELA NEGARA UNTUK MENUTUP CELAH TERORISME Multikultural merupakan paham yang memperkuat ‘keimanan’ seseorang berdasarkan keunikan dan karakteristik keyakinan yang dianutnya selama ini . Artinya, siapapun berkewajiban menghormati, menghormati, menghargai dan mengafirmasi adanya keragaman dan menjaga agar heteroginitas tetap terjaga dan berlangsung dalam sebuah bangsa dan masyarakat. Dan bela negara diyakini sebagai solusi untuk mengatasi persoalan gerakan terorisme dan demokrasi kebablasan di Indonesia yang sempat diutarakan oleh Presiden Joko Widodo.

Dansatgas TMMD Reguler ke 103, Peltu Joko Harianto mengatakan, bela negara merupakan kesadaran untuk mengubah pemikiran warga negara sehingga bisa memiliki satu pemikiran yang sama untuk membela Indonesia.

“Bela negara itu sudah mencakup semua, nah karena tujuan bela negara itu kan baik, bagaimana bangsa ini menjadi baik, bagaimana bangsa mencintai bangsanya sendiri, negaranya sendiri, dan menutup celah terorisme,” kata Joko.

Dalam kegiatan TMMD Reguler ke – 103 Kodim 1305/BT-11 kali ini, anggota prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Penugasan (Satgas) memberikan materi pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa-siswi SMK 1 Galang Sebanyak 50 siswa Didampingi Dua orang guru dari SMK 1 galang nampak serius mendengarkan materi yang dipaparkan.

Pada kesempatan itu, prajurit Satgas TMMD Reguler Kodim 1305/BT menjelaskan arti secara umum pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Sehingga para siswa diharapkan bisa mengerti, paham dan tumbuh jiwa nasionalisme.

Selain itu, diharapkan pelajar dapat meningkatkan motivasi dalam belajar serta pengetahuan tentang sejarah. Di antara pengetahuan sejarah bagaimana cara hidup sesuai Bhineka Tunggal Ika dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.. Erwin

Comments

comments