Pilkada Morowali Utara Aptripel-Asrar “Pecah Kongsi”

SETIO | SULTENG – Tanggal 23 September 2020 akan ada 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Dari 270 daerah yang akan menlaksanakan pilkada Kabupaten Morowali Utara (Morut) termasuk satu diantaranya.

Meski pesta demokrasi untuk memilih orang nomor satu di Kabupaten Morut masih menyisakan waktu hampir setahun tetapi tak dapat dipungkiri “tensi” politik Kabupaten Morut kini mulai meninggi.

Sederet nama bakal calon (balon) Bupati Morut kini mulai muncul kepermukaan. Satu diantara nama yang paling banyak disebut adalah petahana, Ir Aptripel Tumimomor,M.T (bupati) dan Moh Asrar Abdul Samad (wakil bupati). Selain dua nama itu masih ada sederet nama balon Bupati Morut diantaranya Drs Yalbert Tulaka,M.M (mantan sekda Morut), dr.Delis Julkarson Hehi (mantan anggota DPD RI), Yesiah Erick Tamalagi (jurnalis) dan H Mahmud Ibrahim (mantan kadis PU).

Beberapa pengamat politik di Morut yang diwawancarai Kabartoday menuturkan, situasi politik Morut saat pilkada nanti, naga-naganya “pertarungan” perebutan Kursi Morut 1 (kursi bupati-red) akan berlangsung ketat dan panas. Sinyal itu mulai tercermin dengan terjadinya “pecah kongsi” antara pasangan petahana Aptripel dan Asrar. Keduanya telah menyatakan akan maju sebagai balon bupati.

Menariknya lagi “pecah kongsi” dikubu petahana tidak sebatas antara Artripel – Asrar tetapi perpecahan telah melebar sampai ke elit tim sukses yang tahun kemarin sukses menjadikan Aptripel – Asrar terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

Munculnya baliho Erick Tamalagi dihampir semua wilayah Kabupaten Morut itu merupakan sinyal Erick Tamalagi akan menjadi seteru bagi Aptripel dalam pilkada September tahun 2020.

Sahruddin salah seorang pemuda di Morut menilai dengan terjadinya “pecah kongsi” dikubu petahana akan membuat posisi Asrar Abdul Samad lebih berpeluang untuk terpilih pada pilkada Morut.

Yang pasti jelas Sahruddin dengan majunya Asrar sebagai balon 01 bandul perpolitikan Kabupaten Morut yang sebelumnya sangat menjagokan Aptripel Tumimomor jadi torkoreksi

Paling tidak, dengan masih menumpuknya permasalahan dan makin tergerusnya kepercayaan rakyat terhadap petahana. Majunya Asrar akan menjadi pengobat lara bagi masyarakat Morut.

Dibanding balon lain Asrar lebih berpeluang.

Dengan jabatan wabup yang masih dipegangnya dapat dipastikan Asrar sudah membangun simpul-simpul yang kuat ke akar rumput.

Ditambah dengan rajinnya Asrar melakukan blusukan tentu ini akan menjadi modal positif bagi Asrar dalam bertarung nanti, tambah sumber tadi kepada Kabartoday.

Peluang untuk menjadi Bupati Morut 2020 tidak semata milik Artripel dan Asrar.

Bisa jadi kata beberapa warga masyarakat yang diwawancarai Kabartoday di Kolonodale 20/10.

Jika H Mahmud Ibrahim benar-benar jadi maju dalam pilkada tahun 2020 dia berpeluang besar untuk terpilih.

Mahmud punya kemampuan birokrasi yang mumpuni, punya pengalaman bertarung dalam pilkada, sangat dekat dengan masyarakat dan punya pendukung yang fanatik.

Diluar nama-nama di atas ada nama Drs Yalbert Tulaka, M.M (mantan sekda Morut). Yalbert merupakan birokrat dengan segudang pengalaman.

Kemunculan Yalbert tidak boleh dilihat sebelah mata.

Selain visioner sosok yang dikenal sangat sederhana dan merakyat ini memiliki basis pendukung yang cukup besar di Morut.

Pilkada Morut tahun 2020 diprediksi banyak kalangan akan semakin menarik dengan tampilnya kader- kader milenial yang akan turun gunung meramaikan “pertarungan” pilkada Bupati Morut.

Dua nama kini yang sudah dielus-elus rakyat Morut adalah dr.Delis Julkarso Hehi mantan anggota DPD RI dan Yesiah Erick Tamalagi ,(jurnalis).

Keduanya selain sangat populis juga merakyat dan pekerja keras.

Balon Bupati Morut kini terus menggelinding dan digelindingkan.

Tampilnya banyak kader-kader terbaik Morut untuk bersaing secara sehat tentu patut disyukuri oleh semua masyarakat Morut.

Karena, semakin banyak kader yang muncul tentu akan membuat demokrasi tumbuh dan berkembang secara baik.

Disisi lain, banyak calon tentu akan membuat rakyat punya banyak alternatif pilihan memilih pemimpinya sesuai hati nuraninya.*KABARTODAY.COM

Comments

comments