Petugas Armada Kebersihan Kota Palu Sesalkan Dikurangi Jatah Solar Di Pertamina

NASIR T | KOTA PALU – Keberadaan mobil ( Armada ) kebersihan Kota palu tentu sangat di harapkan guna menunjang masalah kebersihan dari sampah di delapan kecamatan se Kota Palu, tentunya untuk menunjang dan menjalankan fungsinya armada sangat di butuhkan apa lagi saat ini Pemerintah Kota Palu terus menggenjot masalah persampahan sehingga ke depan bisa terwujudnya peraihan penghargaan Adipura

Sebagai driver ( Petugas ) pembawa Armada mobil Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Anto mengatakan adanya pengurangan jatah solar yang di berikan kepada kami dari pihak Pertamina sangat berpengaruh besar dengan aktifitas kami seluruh armada yang ada, hal ini jelas tidak semua tempat penampungan sampah yang ada di seluruh kelurahan di mana titik – titiknya sudah di tetapkan untuk di angkut setiap harinya dan di bawah langsung ke Tempat Pembuangan Sampah( TPA Kawatuna ) tidak semua bisa teratasi.

Kekurangan jatah solar dari Pertamina sejak sebulan ini kami hadapi, ” Setiap kami tanya ke operator Pertamina selalu di bilang stok solar tidak cukup, in kan aneh stok solar tidak cukup tapi mobil – mobil siluman banyak yang terisi, kami ini mobil pelayanan dan peruntukannya untuk masyarakat Kota Palu dalam pengangkutan sampah “, kesal Anto, Pada Sabtu 14 / 03 / 2020 )

Malahan lagi sering terjadi saat kami antri begitu panjang, salah satu buktinya mobil kami sudah antri sampai di jalan Djuanda depan Telkom saat pengisian di Kartini dalam pembelian solar, terkadang pas giliran kami solar di Pertamina habis, hampir semua Pertamina di kota palu seperti ini jelas ini membuat kami sangat kesal, ungkapnya.

Untuk mengakali supaya armada kami terus beroperasi setiap harinya melayani pengangkutan sampah di Kota Palu, terpaksa kami membeli solar jeregen di kios – kios yang sudah ada, walaupun harganya agak tinggi, namun kami membeli bukan pakai uang pas melainkan perhitungan pakai kupon yang dari perusahaan pemilik Pertamina.

Tentunya dengan pengurangan jatah solar dari Pertamina sangat tidak layak dan adil buat armada kebersihan, dimana fungsi dan tugas armada bisa beroperasi semua tergantung adanya solar, kami ini dan buruh  menghidupi keluarga mencari rejeki hitunganya tergantung retase dan kalaw retase kami dalam satu hari hanya dua atau tiga kali pengangkutanya ke TPA dengan sekali retase untuk buruh sebesar 25 Ribu dan sopir 35 ribu apa iya cukup untuk di pakai makan buat keluarga dan jajan untuk anak kami yang sekolah, sesal Anto yang di Amini beberapa teman seprofesinya.( Nasir Tula )

Comments

comments