Penetapan Pemenang Tender Masjid Raya Buol Langgar Prinsip Pengadaan?

JeMmy Tehardjo | KabarToday.com | Buol – Panitia tender proyek pembangunan Masjid Raya Buol, tahap IV tahun 2018 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, bersumber APBD senilai Rp.14 miliar, diduga penuh dengan ketimpangan didalam menetapkan pemenang.

Penilaian tersebut diungkapkan Dirut PT. Trinanda Karya Utama, Sadlian Noor, kepada KabarToday.com, Rabu (3/4/2018). Menurut dia, Pokja I dalam menetapkan pemenang dinilai telah melakukan dugaan pembohongan dokumen otentik milik PT. Trinanda Karya Utama yang telah dimasukan ke dalam dokumen penewaran melalui website LPSE Kabupaten Buol.

Dijelaskan Sadlian, bahwa dokumen ISO, OHSAS dan SMK3, yang dilampirkan dalam penawaran PT. Trinanda Karya Utama, oleh Pokja berasalan atas nama perusahaan lain. Padahal sangat jelas dokumen yang
dimasukan data kualifikasi perusahaan adalah milik PT. Trinanda Karya Utama.

Hal itu kemudian yang membuat Pokja menggugurkan PT. Trinanda Karya Utama sebagai penawar terendah dan memenangkan perusahaan lain menjadi pemenang lelang yakni PT Kilongan Nusa Konstruksindo yang kelengkapan dokumen tidak memenuhi syarat kualifikasi.

Lanjut, Sadlian mengatakan seharusnya jika mengacu pada dokumen penawaran pasal 28.6 apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka dilakukan klarifikasi secara tertulis dengan tidak
mengubah data subtansi.

“Namun anehnya sampai pada tahap pengumuman pemenang kami belum pernah diundang oleh Pokja untuk melakukan klarifikasi. Malah alasaan Pokja dalam menggugurkan kami karena dokumen ISO, OHSAS dan SMK3, yang kami lampirkan adalah milik perusahaan lain,”terang Sadlian via telepon.

Dia, menambahkan dokumen milik PT Kilongan Nusa Konstruksi yang dimenangkan oleh Pokja justru diduga tidak memenuhi syarat kualifikasi. berdasarkan data www.lpjk.net dimana sangat jelas perusahaan bersangkutan belum teregistrasi tahun ke-2 sebagaimana diatur dalam LPJK nomor 3 tahun 2017 pasal 26 dan surat edaran LPJK Provinsi Sulteng nomor 04/LPJK.P-ST/UM/I/2018 tanggal 15 Januari 2018. Dari sejumlah dugaan ketimpangan tersebut, kata Sadlian, Pokja terindikasi telah melanggar tiga peraturan yakni, Perpres Nomor 54 tahun 2010 pasal 5 dan 6, kemudian peraturan LPJK Nomor 3 tahun 2017 pasal 6 dan Undang-undang Nomor 5 tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat.

“Hal ini tentu sangat jelas dalam melaksanakan tugasnya Pokja tidak tertib dan tidak profesional dan bahkan terindikasi adanya pengaruh baik langsung maupun tidak lansung yang berakibat adanya persaingan usaha tidak sehat,”keluh Sadlian. Lebih lanjut, Sadlian menuturkan berkaitan dengan hal tersebut pihaknya keberatan dan telah mengirim surat sanggahan pertanggal 31 Maret 2018 ke pihak Pokja melalui surat elektronik LPSE Kabupaten Buol.

“Saat ini kita masih menungguh jawaban Pokja atas sanggahan kami untuk kemudian kami akan melakukan langkah selanjutnya,”tutup Sadlian. Untuk diketahui, tender proyek pembangunan Masjid Raya Buol, berdasarkan berita acara hasil pelelangan (BAHP) nomor 027/11.11/POKJA I-ULP/2018, Pokja telah memenangkan PT Kilongan Nusa Konstruksi (Rp.13.979.330.000) yang notabene nilai penawaran lebih tinggi dari PT Trinanda Karya Utama (Rp.13.290.230.000) dengan selisih Rp.689.100.000.(***)

Comments

comments