Pemerintah Tolitoli Jangan Diam Terkait Kelangkaan BBM Jenis Solar

ERWIN, TOLITOLi – Ketua LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Sulteng Hendri Lamo SE, mendesak pemerintah Tolitoli segera turun tangan menyelesaikan kasus kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di kabupaten Tolitoli, yang sudah terjadi seminggu belakangan ini disemua SPBU. Kelangkaan BBM itu sangat mengganggu aktivitas petani, nelayan, serta masyarakat umum yang proses cari nafkahnya tergantung pada BBM berharga murah itu.

“Jadi, pemerintah harus turun tangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk memanggil Pertamina terkait bagaimana pengawasan yang dilakukan dalam penyaluran BBM bersubsidi. Pihak-pihak yang memiliki wewenang duduk bersama untuk menyelamatkan perekonomian, karena BBM ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya. Dan kejadian seperti ini selalu terjadi di musim Proyek tiba,” ujarnya.

Ya, fenomena terjadinya antrian panjang dan kelangkaan pasokan BBM jenis solar bersubsidi di mana-mana harusnya bukan cuma tanggung jawab Pemerintah, tapi lembaga wakil rakyat pun harus merasa bertanggung jawab. Sebab, hampir semua kebijakan pemerintah yang terkait dengan publik mendapat persetujuan dari DPRD. Dan, kini apa yang telah mereka setujui ternyata diduga tak dijalankan secara baik oleh eksekutif melalui Pertamina, maka DPRD mestinya bergerak untuk menyelesaikannya, jangan cuma diam, dan hanya butuh rakyat kecil saat menjelang Pemilu nanti.

Beberapa waktu lalu, ketika kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di semua SPBU yang ada diTolitoli, Ketua LSM GIAK Sulteng Hendri Lamo menduga ada pengusaha dalam hal ini Kontraktor (Rekanan Pemerintah), Banyak memborong BBM jenis solar bersubsidi untuk digunakan pada kegiatan proyek pemerintah yang mereka kerjakan.

“Saat ini BBM bersubsidi jenis solar sering terjadi kelangkaan setiap musim proyek pemerintah tiba, maka dari itu saya meminta kepada Pemerintah, DPRD, Pertamina dan aparat kepolisian untuk menindak tegas kepada para Kontraktor yang diduga selalu membeli BBM Jenis Solar bersubsidi di SPBU untuk kepetingan pribadi.” Ucap Hendri

Saya berpendapat, Pemerintah harus mengatasi masalah kelangkaan BBM di beberapa SPBU yang ada di Tolitoli, karena hal tersebut dapat menjadi masalah serius bagi stabilitas ekonomi di Kabupaten Tolitoli.

“Jika pemerintah dan Kepolisian tidak melakukan antisipasi secara serius, sangat memungkinkan timbul gangguan politik,” kata seorang Ketua LSM Yang haus akan Teriakkan dijalanan.
Ditempat terpisah kepala Depot Pertamina Tolitoli saat di konfirmasi mengatakan pihaknya berpendapat, bahwa permasalahan utama dari kelangkaan BBM bersubsidi jenis Solar bukan pada kuotanya, melainkan pada pendistribusiannya yang banyak melibatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“BBM bersubsidi jenis solar dalam penyalurannya setiap hari selalu sesuai Kuota yang telah ditetapkan, dan pihak depot tidak perna mengurangi kuota sedikitpun kepada SPBU.”Ucapanya

Lanjut kepala depot Pertamina Tolitoli menuturkan, Dalam peraturan yang sudah dikeluarkan oleh BPH Migas mengenai BBM bersubsidi, seperti peraturan BPH Migas No.3 Tahun 2012 tentang pengendalian jenis bahan bakar tertentu untuk mobil barang yang digunakan pada Kegiatan Perkebunan, Pertambangan. tetapi tetap saja masih ada kebocoran yang terjadi.

“Maka dari itu kita semua harus saling mendukung dalam melakukan pengawasan, pencegahan, dan melakukan penindakan kepada Oknum yang selama ini telah membeli Solar bersubsidi untuk kegiatan pribadi. Dan kita harus berani melawan pada setiap kecurangan terjadi khususnya pemakaian BBM bersubsidi jenis Solar.”Pungkasnya KABARTODAY.com

Comments

comments