Pelayanan Universal Health Coverage (UHC) Sukses di Morut

JAYA MARHUM | KOLONEDALE – Tekad untuk memberikan pelayanan kesehatan nomor satu buat masyarakat, ternyata tidak sia-sia bagi Dinas Kesehatan Daerah Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kerja optimal dan upaya maksimal untuk mengusung tekad Pemerintah Daerah yakni, “Perbaikan — dalam arti mengedepankan — Mutu Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan pada visi misi kelima, terwujud baik dalam tiga tahun terakhir.

Setidaknya, sejak 2017, 2018 hingga 2019 program Dinkes Morut berjalan dengan baik.
Semua pencapaian hasil ini, tidak lain merupakan akumulasi rentang kendali, kerja keras yang sinergi, kompak dan terkoordinasi dari atas kebawah pada semua jajaran dan komponen terkait.

Salah satu wujud kerja keras Dinkes Daerah Morut dan merupakan mimpi lama warga Bungku Utara, bakal direalisasi berdirinya Rumah Sakit Pratama Tipe D plus di Baturube tahun ini.

Penjelasan Itu disampaikan Kadis Kesehatan Daerah Morut Delnan Lauende, M.Kes kepada Kabar Today di Kolonedale, baru-baru ini.

Menurut Kadis Delnan, selama tiga tahun, peningkatan mutu pelayanan kesehatan seluruh Puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan, telah memberikan dampak yang baik terkoordinasi pelayanan, dengan mempedomani standar UHC (Universal Health Coverage). Apa itu? UHC adalah kecepatan pelayanan dan kedaruratan tenaga profesional di garda-garda terdepan yang berada di Puskesmas, Poskesdes, sehingga bisa menjangkau rakyat kecil yang bermukim di dusun terpencil.

“Memang, hasil yang dicapai selama ini adalah akumulasi kerja bersama,¨ ujarnya.

Sambungnya, mengatakan, Butuh pengorbanan tenaga, fikiran, perasan dan tentulah biaya. Tapi itulah yang namanya tugas kewajiban.

¨Mengemban amanah dan kepercayaan masyarakat, yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab dan pengabdian, ” kata Delnan Lauende.

Untuk memaksimalkan program yang sudah terencana dan jajaran kebawah bisa betah, Pemkab Morut telah menberikan reward (penghargaan). Bupati Morut Aptripel Tumimomor meresponnya dengan menjamin melalui pemberian TPP kepada ASN dan tenaga-tenaga profesional. Yakni dana operasional yang memadai. Sumbernya, dari APBD maupun APBN sesuai indikator-indikator yang telah dicapai.

“Saya mewanti-wanti kepada semua jajaran untuk bertugas all out dan ikhlas. Berikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Sehingga kita bisa merpertahankan apa yang telah dicapai selama ini,” tegas Delnan.

Selama tiga tahun berjalan sebut Delnan, capaian keberhasilan menekan penyakit, bisa dilakukan dengan baik. Begipupun buat daerah-daerah yang jauh.

Dinkes melalui Puskesmas Pembantu telah menjangkau daerah pelosok. Kesulitan yang dialami jajarannya tambah Delnan Lauende, lantaran infrastruktur dan koneksitas jalan.

Sebab, sebagian wilayah Morut saat ini, masih harus ditempuh lewat laut. KABARTODAY.com

Editing: JeM

Comments

comments