Pelabuhan Mantangisi Pintu Ekspor Touna

JAYA MARHUM | AMPANA– Pelabuhan Mantangisi Ampana, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Provinsir Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terlihat sepi dari kegiatan bongkar muat, ternyata sudah menjadi “Pintu Ekspor”. Selaku Pelabuhan Pengumpan Lokal, Mantangisi mask dalam Wilayah Kerja (Wilker) UPP (Unit Penyelenggara Pelabuhan) Ampana.

Mantangisi mulai beroperasi tahun 2016. Selama dibuka,
Pemkab Touna telah beberapa kali memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Mantangisi untuk kegiatan ekspor atau pengantar pulauan sejumlah komoditas dari Kabupaten Touna.

Bahkan beberapa waktu lalu, dua kali berturut dilakukan ekspor jagung ke Pilipina lewat Mantangisi. Masing -masing sebanyak 4.000 ton dan 3.000 ton.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Wilker Pelabuhan Mantangisi, Abdul Rasyid, S.Sos yang dikonfirmasi Kabar Today baru-baru ini di Ampana.

Menurut Abdul Rasyid, kapasitas Pelabugan Mantangisi cukup besar, karena bisa dirapati kapal hingga 7.000 GT (Gross Ton) up.

Setiap dua kali dalam sebulan, kapal Tol Laut Kargo datang menyinggahi Pelabuhan Mantangsi. Setiap bulan pula tetap ada pemuatan jagung untuk memenuhi permintaaan dari Kabupaten Gresik.

Bahkan pada Bulan Maret seperti sekarang ini — saat musim panen tiba — jagung yang dikirim ke luar Ampana bisa dua kali. Jumlah setiap pengiriman rata-rata 3.000 ton. KABARTODAY.com

Comments

comments