Nurdin: Lokasi kebakaran Akan Jadi satu-satunya Role Model Reforma Agraria

ERWIN | TOLITOLI – Menyikapi musibah kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di Kelurahan Sidoarjo Kab. Tolitoli tgl 02-02.2020 jam 22.30 wita, BPN /ATR langsung mengambil sikap dan langkah-langkah untuk membantu para korban kebakaran, (19/02)

Kepala kantor BPN/ATR Tolitoli Nurdin J Kunoli mengatakan pihaknya langsung melakukan Berkordinasi bersama Kapolres Tolitoli, untuk melakukan identifikasi terhadap luas areal yang terkena dampak kebakaran, dan siap Melaksanakan pengukuran untuk mengetahui luas areal yang terkena dampak kebakaran.

“Setelah melakukan Kordinasi dengan aparat kepolisian dan diberikan izin kami langsung melakukan pengukuran, al hasil pengukuran dilokasi kebakaran, diperoleh luas areal yang terkena dampak seluas 20.090 Meter Persegi.” Ucap Nurdin saat ditemui di kantornya (rabu) Siang.

Selain itu Nurdin juga menambahkan, dalam Menyikapi musibah Kebakaran yang terjadi di wilayah kelurahan Sidoarjo BPN/ATR akan Melakukan Inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan Tanah (IP4T) di wilayah terkena Dampak Kebakaran.

“Penataan kembali terhadap lokasi yang terkena dampak (Konsolidasi Tanah) untuk mencegah terjadinya pemukiman kumuh dengan menyediakan sarana dan prasarana umum, misalnya jalan yg layak untuk akses kendaraan roda 4,” Imbuhnya

Lanjut Nurdin J Kunoli menuturkan salah satu faktor luasnya areal terkena dampak itu disebabkan susahnya akses buat mobil pemadam untuk masuk kelokasi yang terkena dampak bencana kebakaran. BPN/ATR akan bekerja sama dengan instansi terkait.

“Kami akan selalu berkerjasama dengan Dinas pemukiman dan Perumahan, Dinas PUPR maupun SKPD lainnya, agar nantinya Pemberian legalisasi Asset (Sertifikat) setelah penataan kembali,” Tuturnya

Ditambahkanya, Reforma Agraria akan memberikan Acces Reform sebagai kerangka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat, agar nantinya masyarakat korban kebakaran mendapatkan kemudahan dalam memperoleh fasilitas kredit dengan suku bunga yang rendah yang tidak akan terjerat oleh Rentenir, dan Pembangunan Perumahan yang diperuntukkan bagi Masyarakat yang berpenghasilan Rendah (MBR), karena sebagian besar masyarakat di lokasi kebakaran adalah masyarakat ekonomi lemah dengan mata pencarian Buruh pelabuhan dan Nelayan.

“Saya mengajak dan berharap kepada semua pihak untuk turut membantu, terutama para pelaku usaha, dengan pola Corporate Social Responsibility (CSR),” Pungkasnya KABARTODAY.com

Comments

comments