Merasa Tidak Dihargai, Kantor UKPBJ Tolitoli Disegel Massa

Tolitoli, KabarToday.Com – Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tolitoli dan Koalisi Wartawan Tolitoli (Kawat) menyegel kantor Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten tolitoli, saat menggelar aksi demo Didepan kantor (UKPBJ) Jumat (24/5/2019).

Dalam aksi unjuk rasa yang terjadi Didepan kantor (UKPBJ), Ahmad Pombang mengatakan unjuk rasa yang dilakukan hanya untuk meminta transparansi pihak UKPBJ berkerja secara profesional, dan meminta agar kontraktor Lokal harus diperbedayakan.

“Saya selaku Kodinator Lapangan (Korlap) memerintahkan kepada rekan-rekan pengunjuk rasa untuk menyegel kantor UKPBJ Tolitoli Sampai Ketua UKPBJ Tolitoli Yustianto mau menemui pengunjuk rasa,” tegas Korlap Ahmad Pombang.

Lanjut Ahmad pombang, Penyegelan kantor UKPBJ yangbkaminlakukakan adalah sebagai bentuk kekecawaan kami kepada Kepala UKPBJ, dan anggota Kelompok Kerja (Pokja) UKPBJ yang tidak mau menerima pengunjuk rasa saat melakukan aksi, terkait proses pengadaan barang dan jasa di UKPBJ, Dimana dalam proses pelelangan yang terjadi selama ini terindikasi tidak transparansi dan ada permainan mata antara pihak ketiga dan Kelompok Kerja (Pokja) UKPBJ Tolitoli.

“Tidak satu pun anggota Pokja UKPBJ Tolitoli yang menemui pengunjuk rasa, sehingga kami mendesak dan meminta ijin kepada aparat Kepolisian yang mengawal aksi unjuk rasa untuk melakukan penyegelan kantor UKPBJ.” imbuhnya

Ditambahnya lagi, ketakutan ketua UKPBJ dan Pokja yang tidak mau menemui Pengunjuk rasa membuat kita merasa yakin dengan adanya persekongkolan jahat yang dilakukan oleh UKPBK dan Rekanan yang sudah diarahkan, “Pokja UKPBJ takut temui massa, jadi saya sarankan untuk menyegel kantor UKPBJ untuk sementara waktu,” ucapnya

Sementara ketua LSM Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GIAK) Sulteng Hendri Lamo,SE, saat menyampaikan orasinya mengatakan bahwa proses pengadaan barang dan jasa yang ada dikantor UKPBJ selama ini terindikasi banyak kecurangan dalam menentukan pemenang tender, dimana setiap proses lelang proyek, pihak UKPBJ sudah mengkondisikan rekanan yang akan di menangkan nantinya.

“Saya menduga dalam setiap proses lelang proyek di UKPBJ terindikasi sudah mengkondisikan rekanan yang akan di menangkan pada saat pendaftaran dibuka,” Kata Hendri.

Bahkan Hendri Lamo menegaskan UKPBJ selaku penyedia barang dan jasa, peserta lelang selalu mengikuti tahapan lelang sesuai dengan petunjuk yang dipersyaratkan.

Namun rekanan dalam hal ini kontraktor merasa janggal ketika mengikuti tahapan dengan meng-upload dokumen penawaran, rekanan tidak bisa masuk (tidak bisa upload) ke website LPSE sehingga selalu gagal dan tanpa diketahui secara pasti penyebabnya.

“Dugaan kami ada persekongkokolan yang dilakukan oleh Pokja UKPBJ dengan rekanan yang akan diarahkan pada setiap lelang proyek, karena rekanan lain yang mengupload penawaran sampai batas waktu yang ditentukan tidak bisa mengupload penawaran, sehinggah rekanan merasa sangat dirugikan,” kata Hendri Lamo.

Henri menambahkan, dengan tidak ada satu pun Pokja UKPBJ yang mau menemui pengunjuk rasa, maka pihaknya berjanji akan kembali melakukan aksi dan menduduki kantor UKPBJ dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Iya, hari ini baru kita segel kantor UKPBJ karena tidak ada anggota Pokja UKPBJ yang temui kami, dalam waktu yang tidak terlalu lama kami akan kembali menduduki UKPBJ dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Hendri.

Usai melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor UKPBJ yang di kawal oleh aparat kepolisian, puluhan pengunjuk rasa kembali dengan tertib ke Sekretariat bersama LSM dan Wartawan. Erwin