Mengungkap Misteri Proyek Air Baku Lambolo?

JAYA MARHUM- KASMIN SAPUTRA | PALU – Sejak awal proyek pembangunan jaringan air baku Dusun Lambolo, Morowali Utara digelinding, begitu banyak persoalan yang membelit.

Pembangunannya disorot lantaran sudah terlambat jauh karena hanya tersisa kurang kebih tiga bulan memasuki akhir tahun anggaran pada Desember nanti.

Pekerjaan yang dimotori Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III, bersumber dari APBN T/A 2019 dengan bandrol Rp. 73 Miliar.

Informasi yang diperoleh Kabar Today dari Kolonedale bahwa ada tiga pihak yang akan membidani proyek tersebut, dskam tugas tahapan.

Yakni BWSS III, dinas Cipta Karya Sulteng dan PDAM.

Pihak BWSS III sendiri memperoleh kucuran dana untuk tahap pertama pembangunan jaringan.

Berupa galian sepanjang kurang kebih 4 Km untuk bentangan pipa primer san sekunder.

Kedua, pihak Dinas Cipta Karya akan kebagian pembangunan intek dan bangunan reservoar.

Untuk dananya, akan dicairkan menyusul dengan tanggal dan bulan yang belum diketahui.

Yang ketiga pihak PDAM akan kebagian tugas ketiga — kemungkinan — pada tahap penyaluran air dan anggarannya dicairkan pada termin selanjutnya. “Begitu informasi yang kami peroleh,” jelas sumber Kabar Today.

Tentu pembaca bertanya, kok wartawan tidak bertanya ke Elyaser, PPK BWSS III proyek tersebut ? Sejak awal Kabar Today telah melakukan konfirmasi dan membangun komunikasi dengan Elyaser. S

emula sudah bagus, dengan penjelasan-penjelasan Elyaser.

Tapi lama-lama menjadi tertutup. Bahkan ketika dimintakan nomor WA untuk kebutuhan koordinasi dan konfirmasi lanjutan, nomor yang diberikan Elyaser adalah milik seorang sopir di Makasssar. Lho? Apa maksudnya? Aneh kan?

Sementara itu dari pemantauan Kabar Today dilokasi penumpukan matrial kaki Sungai Lambolo, nampak tumpukan pipa tidak bergerak.

Yang pasti, proyek air baku Lambolo nampaknya sudah memasuki tahap “enjure time”.

Artinya, sisa waktu penyelesaian pekerjaan hingga closing time Desember kian dekat.

Sementara di lokasi belum ada eksyen apa-apa.

Kabar Today sudah terjun untuk kedua kalinya ke lokasi.

Namun, belum terlihat tanda-tanda dimulainya pekerjaan layaknya sebuah pekerjaan proyek pada umumnya.

Kedua, pipa-pipa sekunder masih tertumpuk belum digerakjan seperti posisi pada investigasi Kabar Today pertama bulan lalu.

 

Comments

comments