Lima Jam Hujan Kota Tolitoli Nyaris Tenggelam

Erwin Ang | KABARTODAY.COM | Tolitoli – Diguyur hujan sekitar lima jam, Ibukota Kabupaten Tolitoli langsung ditimpa bencana banjir. Air meluap sejadi-jadinya dan terparah dalam sejarah Kabupaten Tolitoli. Kalangan tertentu menuding reklamasi pantai adalah penyebab utama meluapkan air dan membuat perekonomian tolitoli lumpuh dan Ibukota Tolitoli nyaris tenggelam. Selasa (13/9).

Kabartoday.com di Tolitoli melaporkan, ketinggian air banjir bervariasi dibeberapa tempat, mulai terendah 1 (satu) meter dan yang terparah mencapai 2 (dua) meter. Diantaranya wilayah terparah di jalan anoa kelurahan tuweley, sedangkan di pusat kota genangan air bercampur lumpur tak dapat dihindari.

Wakapolres Tolitoli Kompol Doni Prakoso, dilokasi banjir saat itu langsung menurunkan anggota Polres membantu warga yang tertimpa bencana banjir terbesar dan terparah dalam sejarah tolitoli.

“kami akan tetap terus mobile phone dengan tim kami yang ada dilapangan, sampai saat ini belum ada laporan dari tim bahwa ada warga yang tewas . Namun kami akan tetap siaga,” ujar Doni sambil berbadan basah beri keterangan kepada kabartoday.com.

Salah satu pemerhati lingkungan Yusuf Mapiasse menuding pembangunan reklamasi pantai adalah penyebab utama tersumbatnya air ke laut dan meminta pemerintah menghentikan pembangunan reklamasi pantai tersebut.

“Sebelum terlambat hentikan reklamsi pantai agar tidak mengganggu pergerakan air laut,” kata Yusuf Mapiasse

“Kalau tidak dihentikan reklamasi itu maka banjir di kota tolitoli bakal terus mengepung areal kota,” imbuhnya menutup interview bersama Wartawan Erwin Ang. ***

Editor : JeMmy Tehardjo

Comments

comments