Laporan Buat Presiden RI Jokowi

Marak, ‘Warga Palu’ Beli BBM Solar Pakai Jerigen

JeMmy Tehardjo | Kota Palu – Sangat luar biasa maraknya pengisian bbm jenis solar pakai jerigen di kota palu pak Presiden, dari sekian SPBU di kota palu nyaris semuanya mengutamakan pengisian BBM jenis solar dan jenis bbm lainnya mengunakan jerigen jerigen jerigen jerigen mirip panjang kereta MRT antrean jerigen itu he he ..

Celakanya lagi pak Presiden, mengapa?.. ’berlapis-lapis’ surat edaran resmi pemerintah provinsi, kota palu dan kepolisian telah ditebar, namun surat edaran resmi tersebut hanya dianggap bagai angin lalu, dan aksi pengisian jerigen lanjut terus tanpa ada beban dan rasa bersalah dengan aturan hukum yang berlaku. Oh My God!

Parahnya lagi pak Presiden, dari pantauan resmi Kabartoday.com nampak ada dua SPBU yang beroperasi di jalan raya trans sulawesi juga melayani pengisian bbm mengutamakan pengisian bbm di jerigen, sementara rakyat Indonesia tahu bahwa akses jalan trans adalah buat melancarkan program pembangunan nasional, dan akibatnya jadi melambat dan tak ayal akibat atrean kendaraan bertonase di atas 10 – 20 bahkan 40 ton antre memenuhi badan jalan, yang akibatnya sering terjadi gesekan kendaraan yang melintas disamping kendaraan bertonase besar itu.

Sementara itu, salah seorang staf di SPBU mengatakan jumlah kendaraan pendistribusian bbm dari depo minim.

“Kendaraan angkut BBM yang berdaya angkut bbm 20 ton dari Depo Pertamina ke SPBU minim,” kata staf yang tak ingin namanya di ekspose di media online. Seraya menambahkan, akibat minimnya jumlah tonase bbm yag tersedia, akibat dari itu sering terjadi kelangkahan di SPBU-SPBBU daerah atau yang berada diluar kota palu, yang mau tak mau truk atau kendaraan berbahan bakar solar ‘menyerbu’ SPBU di kota palu, dan otomatis terjad penumpukan,” katanya lagi.

Ketika ditanyai mengapa ada pembeli jerigen marak, si sumber enggan menjawab. “ Wah kalau soal jerigen saya tidak tahu pak,” ujarnya sembari minta mengakhiri wawancara.

Berikut bunyi surat edaran resmi yang dimaksud:

Berdasarkan surat Gubernur nomor : 005/2887/ro.adm.ekbang tertanggal 09/08/2019.

Dalam Hasil rapat tersebut menghasilkan kesepakatan :

1.Mengoptimalkan tim terpadu yang sudah di bentuk Gubernur untuk melakukan pengawasan bbm solar subsidi dan melakukan evaluasi evaluasi akar permasalahan.

  1. Lakukan penertiban/penegakan hukum kepada mobil siluman yang melakukan pengisian bbm bersubsidi.
  2. Penjelasan surat rekomendasi kepada usaha mikro, usaha pertanian dan usaha perikanan yang mengambil solar subsidi di SPBU.
  3. Melakukan rapat Kordinasi dengan pelaku usaha galian C, pelaku usaha ekspedisi dan pelaku usaha lainnya agar mobil/truk mereka saat pengisian BBM mengunakan voucer BBM Dexlite ( Solar non subsidi ).
  4. Melakukan penertiban kepada kios kios yang menjual BBM di sekitar SPBU .
  5. Pihak Pertamina mengupayakan pendistribusian BBM bersubsidi ke SPBU di upayakan jam 07.00 wit armada sudah ke SPBU.

Surat edaran lainnya hasil Kordinasi Gubernur – Walikota – Polda Bersama Pertamina dan Hiswana terkait dengan tepat sasaran pelayanan Solar di SPBU Kota Palu yang diperoleh dari rekan wartawan di kota palu bernama S.A Kasese berbunyi sebagai berikut:

(1). Di sepakati mobil plat merah yang dilayani solar subsidi oleh spbu hanya ambulance, mobil jenazah, pemadam kebakaran dan pengangkut kebersihan.

(2). walikota sepakat tidak mengeluarkan rekomendasi di kota palu. nelayan dan petani hanys di layani di wilayah kabupaten sigi dan kabupaten donggala. ( tidak ada pelayanan jerigen di dalam kota palu)

(3). mobil di atas roda enam tidak berhak menggunakan bbm bersubsidi.

(4). sidak pelayanan spbu oleh tim gubernur akan dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

(5). disepakati pelayanan mobil bodong tidak dilayani sama sekali di spbu.

(6). untuk tambahan spbu wajib memiliki cctv yang merekam minimal 7 hari aktivitas dan mengarah ke pompa solar.

Sedangkan salah seorang LSM Merah Putih bernama Anwar Hakim meminta pihak kepolisian tindak tegas SPBU yang melanggar aturan.

“ Tidak bisa ditolerir lagi SPBU nakal begitu, kan sudah ada ketentuannya mengisi bbm solar harus ada surat dari kecamatan dan juga bukan kecamatan didalam kota palu, yang dilayani yang diluar daerah kota palu saja,” demikian dikatakan Anwar Hakim kepada Kabartoday.com di kota palu. KABARTODAY.com