Lama Waktu Tidur Tergantung Usia, yang Manakah Anda?

Jakarta – Mendapatkan istirahat malam yang cukup merupakan salah satu hal terbaik yang bisa Anda berikan pada diri sendiri. Kurang tidur dapat membuat Anda  bertambah gemuk, bahkan juga bisa meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan penyakit-penyakit yang tidak diinginkan.

Meskipun tidur delapan jam telah menjadi standar emas untuk orang dewasa selama bertahun-tahun, National Sleep Foundation (NSF) telah merevisi beberapa rekomendasinya secara resmi.

Sebuah panel ahli dari 18 ilmuwan, termasuk enam spesialis tidur, meninjau lebih dari 300 penelitian terkini. Kemudian, tim memilih berapa lama waktu tidur yang mereka percaya sesuai dengan tahap usia. Bayi, balita, anak-anak prasekolah, remaja memiliki tambahan waktu tidur. Sementara yang lainnya dipersempit, seperti bayi baru lahir dan dua kategori yang baru diperkenalkan, yaitu orang dewasa muda usia 18 sampai 25 dan orang dewasa yang lebih tua atau usia 65 tahun ke atas.

Penasaran berapa waktu tidur yang Anda butuhkan? Berikut rekomendasi terbaru NSF, seperti yang dilansir dari laman Good Housekeeping, Rabu (19/07/2018).

 

  • Bayi baru lahir (0-3 bulan): Rentang tidur menyempit menjadi 14-17 jam setiap hari

 

  • Bayi (4-11 bulan): Rentang tidur melebar dua jam sampai 12-15 jam

 

  • Balita (1-2 tahun): Rentang tidur melebar satu jam sampai 11-14 jam (sebelumnya 12-14)

 

  • Anak-anak prasekolah (3-5): Rentang tidur melebar satu jam sampai 10-13 jam (sebelumnya pukul 11-13)

 

  • Anak usia sekolah (6-13): Rentang tidur melebar satu jam sampai 9-11 jam (sebelumnya 10-11)

 

  • Remaja (14-17): Rentang tidur melebar satu jam sampai 8-10 jam (sebelumnya 8,5-9,5)

 

  • Orang dewasa yang lebih muda (18-25): Rentang tidur adalah 7-9 jam (kategori usia baru)

 

  • Dewasa (26-64): Rentang tidur tidak berubah dan tetap 7-9 jam

 

  • Orang dewasa yang lebih tua (65+): Rentang tidur adalah 7-8 jam (kategori usia baru).

 

Michelle Tania

Comments

comments