KRI Teluk Ende 517 Merapat di Pelabuhan Dede Tolitoli

Tolitoli | Kabartoday.com – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Ende 517 merapat di Pelabuhan Dede Tolitoli Sulawesi Tengah, Jumat (23/10) Pagi sekitar pukul 09.00 Wita

Kedatangan kapal perang bernomor lambung 517 itu dari Armada II (Dua) melaksanakan patroli yang tergabung dalam Operasi Prisai Sakti 20 di bawah BKO gugus tempur laut Koarmada II, kedatangan di tolitoli dalam rangka menempati sektor patroli dan melaksanakan pergeseran Logistik barang milik Lanal Tolitoli.

“Dimana barang barang logistik itu dari lantamal VIII Manado, pergeseran barang tersebut untuk memenuhi perlengkapan di lanal Tolitoli, Ucap komandan kapal KRI Teluk Ende Letkol Laut (P) M. Noordien Mutaqien AAL 46.

Disinggung terkait logistik yang di bawa KRI Teluk Ende dan tujuan misi di wilayah perbatasan selama KRI beroperasi Letkol Laut (P) M. Noordien Mutaqien AAL 46, mengatakan, pengiriman logistik berupa perlengkapan perseorangan, mulai dari Pakaian, Sepatu, peralatan pribadi yang lainnya.

“Di operasi Prisai Sakti 20, sektornya merupakan di utara sulawesi, yang meliputi laut Sulawesi, sampai bagian barat maupun Utara Sulawesi, dan selama kita operasi di wilayah Ambalat Pulau Simbatik maupun Nunukan semuanya terkendali dengan aman, karna selain KRI Teluk Ende, ada KRI yang lain tergabung disana, dimana selama KRI Teluk Ende operasi diwilayah sana (Ambalat) nihil pelanggaran, kalau untuk yang lainnya kami tidak mengetahuinya, karna kami punya tugas masing masing,” Tutur M. Noordien Mutaqien AAL 46.

Ditanya terkait fungsi KRI Teluk Ende 517 selama di Ambalat, M. Noordien Mutaqien menyampaikan kegiatan KRI Teluk Ende melaksanakan pengawasan di perbatasan, melaksanakan Patroli sektor, melaksanakan pemeriksaan khususnya jalur laut terhadap kapal maupun orang yang keluar masuk indonesia-Malaysia.

Untuk gambaran spesifikasi kapal Teluk Ende, Letkol Laut (P) M. Noordien Mutaqien menyampaikan bahwa kapal Teluk Ende merupakan buatan Korea selatan tahun 1980, dan bergabung dengan TNI angkatan laut tahun 1982, Kapal Teluk Ende memiliki panjang 100 Meter, lebar 15 meter, dan jenis kapal ini tipe LST.

“Kapal ini merupakan jenis kapal Landing Ship Tank (LST) merupakan kapal pendarat Amfibi, yang fungsinya untuk mendaratkan pasukan dari laut kedarat, dengan jumlah personil 117 orang, dan memiliki hanggar Heli, maupun glagak Heli, yang fungsinya untuk memasukkan Heli dan penerbangan Heli,” Imbuhnya

Noordien Mutaqien menambahkan, selain memiliki fungsi pokok, KRI Teluk Ende, juga memiliki fungsi tambahan, yakni, operasi bakti, misi kemanusiaan dan juga patroli keamanan laut.

“Walaupun usianya yang sudah senja, KRI Teluk Ende masih menjadi salah satu kapal perang andalan TNI Angkatan Laut,” Tuturnya

Menurut M. Noordien Mutaqien KRI Teluk Ende 517 ini merupakan kapal Amfibi dan dapat memuat Tank. KRI ini dilengkapi persenjataan seperti meriam.

“Mengingat situasi pandemin saat ini masyarakat umum belum bisa berkunjung dan naik melihat langsung dari atas kapal perang, hal ini sesuai perintah dari komando atas, untuk sementara “Open Ship untuk masyarakat” tidak di Izinkan, karna untuk sekarang saja personil dilarang untuk pesiar, dan turun dari kapal,” Pungkasnya

Kedatangan kapal KRI Teluk Ende yang dinakodai Komandan Letkol Laut (P) M. Noordien Mutaqien AAL 46. Dan Palaksa Kapten Laut (P) Rian Prasetian AAL 56, langsung di Sambut komandan Lanal Tolitoli yang juga mantan Komandan Kapal KRI Teluk ENDE, Letkol Laut (P) Bayu Dwi Wicaksono, S.T., M.M. didampingi oleh Pasitel Kapten Laut (P) M Pohan, dan seluruh prajurit TNI AL. ***Erwin***

Comments

comments