KPU Dorong Pers, LSM dan Ormas Adat Jadi Corong Sosialisasi Pemilu

ERWIN | TOLITOLI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli terus berkomitmen menyelenggarakan Pemilu 2020 yang bermartabat dan berkualitas. Salah satunya target partisipasi pemilih minimal 85 persen.

Hal itu mendorong KPU menggandeng berbagai unsur untuk menjadi corong sosialisasi Pemilu, termasuk Pers, LSM dan Ormas Adat.

“Tiga kelompok ini yakni Pers, LSM dan Ormas Adat memiliki peran strategis di masyarakat, makanya kami harap dapat menjadi relasi positif dalam menyosialisasikan Pemilu kepada masyarakat yang lebih luas di Tolitoli,” kata Ketua KPU Tolitoli Sulaeman, di sela sela kegiatan sosialisasi dan pendidikan Pemilu dihadapan Pers, LSM dan Ormas Adat, di Hotel Bumi harapan Tolitoli senin (13/1/2020).

Ketua devisi Sahran Raden menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya pada Pemilu ini bisa mencapai 85 persen, dari target nasional sebesar 77,5 persen.

“Kami optimis target ini bisa tercapai dengan segala upaya yang telah KPU selama ini, apalagi dengan adanya keterlibatan Pers, LSM dan Ormas Adat,” tuturnya.

Sulaeman menjelaskan soal surat suara yang akan digunakan pada Pemilu nanti, dimana ada dua surat suara yang memiliki warna berbeda-beda di TPS nanti, untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, dan Bupati/Wakil Bupati.

“Jadi nanti di TPS ada dua kotak surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan. Mohon ini disampaikan kepada masyarakat Tolitoli agar mereka bisa memahami hal ini, sehingga nanti tidak lagi bingung,” katanya.

Komisioner KPU Tolitoli Divisi Perencanaan dan Data, Sahran Raden mengatakan, kategori Pemilih untuk Pemilu tahun 2020 ini antara lain, Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“DPT yakni pemilih yang telah terdaftar pada TPS dimana yang bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya. DPTb adalah pemilih yang telah ada di DPT pada TPS sebelumnya namun karena keadaan tertentu tidak dapat memilih di TPS dimaksud dan memberikan suara pada TPS lain yang dituju dilain daerah atau lain tempat. Dan untuk DPK adalah pemilih yang memiliki identitas kependudukan KTP atau Suket, tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb,” jelas Sahran Raden

Sosialisasi ini turut melibatkan narasumber dari KPU provinsi sulteng Sahran Raden, dan dihadiri oleh Ketua MUI, ketua Ormas, OKP, Wartawan, LSM, Ketua Bawaslu Tolitoli, para siswa SMA/SMK Dan 50 Orang Tamu Undangan. KABARTODAY.com

Comments

comments