Kota Tolitoli Nyaris Gelap Gulita, Uang Lampu Jalan Di Korupsi?

Erwin | Kabar TODAY | Tolitoli – Berkunjung ke Ibu Kota Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah bak mengunjungi daerah ‘primitif’, betapa tidak, ada tiang listrik namun tak jarang kita bisa menikmati penerangan lampu jalan. Sana sini jalanan gelap gulita, padahal fungsi penerangan lammpu jalan bukan hanya buat penerangan, akan tetapi dapat meminimalisir kecelakaan dan tindak kejahatan di Kabupaten itu.

Sementara itu pihak yang berkompeten menjawab ketidak-nyamanan penerangan lampu jalan adalah Kabid Pedapatan Kabupate Tolitoli enggan memberikan keterangan kepada Publik.

Diketahui dapat lima koma delapan miliar dari hasil pembayaran listrik lampu jalan akan tetapi oleh Pemda melalui dinas terkait, namun hanya satu koma lima miliar yang dibelanjakan buat penerangan. Lantas kemana menghilangnya sisa empat miliar itu? Sementara tak ada nampak peningkatan pembangunan penerangan lampu jalan dilaksanakan di Tolitoli, semua sudut kota nyaris gelap terlebh di wilayah pedesaan pinggiran Kota kabupaten Tolitoli. Sedang, Kabid Pendapatan pun menutup ‘ Pintu ‘ dan enggan memberikan keterangan kepada publk.

Penerangan jalan wajib diberikan kepada masyarakat, dikarenakan masyarakat telah turut membayarkan uang buat lampu jalan lewat pembayaran rekening listriknya. Namun siapa menduga siapa dan menyangka, Ibu Kota Kabupaten Toltoli jauh dari kesan sebuah Ibukota karena lampu jalan disemua titik tak berfungsi maksimal. Dan uang yang diterima oleh pemda pun ada kuat dugaan terindikasi ada muatan korupsi, sehingga Kabid Dinas Pendapatan Kabupaten Tolitoli enggan buka suara dan memberikan keterangan kepada publik.

Berdasarkan data akurat yang dperoleh Kabar Today. Ternyata PT PLN persero cabang Tolitoli telah melakukan penyetoran ke dinas pendapatan daerah kabupaten Tolitoli sebesar lima koma lima (5,5) miliar dari hasil pembayaran rumah tangga masyarakat yang dipungut setiap bulan dari pembayaran rekening Listrik yang dipakai oleh masyarakat, sementara biaya penagihan tersebut dibebankan kepada masyarakat untuk penerangan lampu jalan yang ada di Kabupaten Tolitoli.

Di tempat terpisah wartawan kabar today mencoba untuk mengkonfirmasi kepada Maman di Dinas Perumahan Rakyat, yangmana PT PLN persero cabang Tolitoli akan membongkar tiang listrik yang masih berkaitan dengan penerangan lampu jalan.

”Memang benar pemerintah Kabupaten Tolitoli masih berhutang kepada PT PLN persero cabang Tolitoli dikarenakan harga tarif listrik yang dihitung mulai Januari 2017 sampai Desember 2017 ternyata pada triwulan keempat tarif pembayaran penerangan lampu Jalan melonjak sampai 100% maka kami dari pihak pemerintah merasa sangat terkejut dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL),” ungkap Maman

Diketauhui pula lanjut Maman, pihak Pemda meminta kepada pihak PLN Tolitoli agar menghitung ulang jumlah pemakaian listrik untuk penerangan lampu jalan dikarenakan banyak lampu jalan di Kabupaten Tolitoli yang tidak menyala akan tetapi pihak PLN Tolitoli melakukan perhitungan secara keseluruhan terhadap jumlah titik penerangan lampu jalan padahal banyak lampu jalan yang tidak menyala akan tetapi biaya tagihan tetap terhitung penuh.

Dan menurut Maman anggaran penerangan lampu jalan tahun 2017 di Kabupaten Tolitoli telah dianggarkan hanya saja terbentur dengan tarif dasar listrik (TDL) yang berubah. “ Tahun 2017 dianggarkan sebesar 1,8 miliar oleh pemerintah, sesuai dengan kebutuhan 1400 titik penerangan lampu jalan, yang mana pada bulan September 2017 tarif pembayaran penerangan lampu jalan naik menjadi Rp.376 juta, dan pada bulan-bulan sebelumnya hanya sebesar 136 juta, maka kami pihak dinas Perumahan Rakyat tidak mampu membayar sebesar itu,” ujar Maman

Ditambahkannya lagi pada saat pertemuan dengan pihak PLN saya sempat mendengarkan terkait penyetoran yang dilakukan oleh pihak PLN ke dinas pendapatan daerah sebesar 5,5 miliar akan tetapi yang membuat saya heran uang untuk pembayaran penerangan lampu jalan yang diserahkan ke dinas Perumahan Rakyat hanya sebesar 1,8 miliar.

Kabar Today mengkonfirmasi kepada Kepala Bidang Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tolitoli Faizal Akil, melalui via telepon akan tetapi yang bersangkutan tidak mau mengangkat telepon dari wartawan Sampai berita ini dinaikkan Kepala Bidang pendapatan daerah belum bisa dikonfirmasi. Bersambung ***

Comments

comments