Kolaborasi lintas sektor Dalam Proper Gema TAWAKU

ERWIN | TOLITOLI – Proyek Perubahan GEMA TAWAKU (Gerakan Bersama Tangani Kawasan Kumuh) Di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, merupakan sebuah Inovasi Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Rahman Bakulu, S.E., menggagas kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kawasan kumuh Kota Tolitoli.

Menurut Kepala Bidang Pemukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Syafrudin A. Rahman, S.T., M.Eng., saat dikonfirmasi mengatakan GEMA TAWAKU merupakan sebuah terobosan dalam upaya penanganan kawasan kumuh perkotaan di Kabupaten Tolitoli, yang mana proyek ini melibatkan banyak stakeholder yaitu OPD-OPD Terkait, Masyarakat, Dunia Usaha, Perbankan, LSM dan Media, dalam bentuk kolaborasi dalam menangani kawasan kumuh Kota Tolitoli yang masih cukup luas cakupan wilayahnya.

“Penangan Kawasan Kumuh Kota Tolitoli sejak Tahun 2016, belum berjalan maksimal, mengingat kawasan kumuh Kota Tolitoli yang cukup luas, yaitu 199,61 Ha, yang tersebar di 6 Kelurahan dalam Kota Tolitoli, dari Tahun 2016 sampai dengan tahun 2018, sudah tertangani seluas 53,92, jadi masih tersisa seluas 145, 69 Ha. Belum maksimalnya penanganan ini karena keterbatasan sumber daya, baik dari segi anggaran, Kelembagaan maupun SDM, penanganan kawasan kumuh ini sifatnya komprehensif, sehingga dengan adanya kolaborasi dalam Proyek GEMA TAWAKU ini maka diharapkan penanganan Kawasan Kumuh Kota Tolitoli ini, dapat lebih cepat dan maksimal” ungkap Syafrudin.



Kepala Bidang Pemukiman selaku Ketua Tim Internal proyek ini menambahkan, sasaran proyek ini adalah Lorong Salamae dan Kampung Pajala di Kelurahan Baru, dengan penanganan yang meliputi beberapa aspek kawasan kumuh diantaranya jalan lingkungan, bangunan gedung, pengelolaan persampahan, Penyediaan Air Minum, Pengelolaan Air Limbah, dan ruang terbuka hijau. Stakeholder yang terlibat dalam kolaborasi ini antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Kantor Kecamatan Baolan, Kantor Kelurahan Baru, Bank BRI Cabang Tolitoli, Bank Sulteng Cabang Tolitoli, Kelompok Masyarakat Pemerhati lingkungan Kumuh, Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ), Masyarakat setempat, Media dan Para Kepala Bidang serta sebagian staf dalam lingkup Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tolitoli, Serta sebagian staf Dinas Perumah. Kegiatan ini dimulai sejak April 2020, saat ini masih berlangsung dan direncanakan berakhir pada akhir Juni 2020.

“Masing-masing Stakeholder mengambil bagian sesuai tupoksinya masing-masing, sementara pihak perbankan dapat memberikan dukungan dana, dan masyarakat memberikan pasrtisipasi dalam bentuk tenaga,” ujar Syafrudin.

Kabid Pemukiman menambahkan, Pola penanganan dalam bentuk kolaborasi seperti ini diharapkan berkelanjutan, karena selain dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kota Tolitoli, bentuk kerja sama seperti ini melahirkan kebersamaan, sinergitas dan harmonisasi diantara elemen-elemen masyarakat.

Untuk itu, doa-kan GEMA TAWAKU yang lahir ditengah wabah Covid 19, dapat bermanfaat bagi kita semua, guna kemajuan daerah. KABARTODAY.com

Comments

comments