Kemendikbud Butuh Tenaga Kerja Guru 988,133 Orang

Dul | Kabar Today | Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membutuhkan tambahan tenaga pengajar di tahun 2018, dan total kebutuhan tenaga kerja guru sekolah negeri berjumlah 988.133 orang.

“Jumlah guru sekolah negeri saat ini sebanyak dua juta seratus empat belas ribu tujuh ratus enam puluh lima orang, terdiri atas guru aparatur sipil negara sebanyak satu juta tiga rartus tujuh puluh delapan ribu Sembilan ratus empat puluh orang, dan guru non aparatur sipil berjumlah tujuh ratus tiga puluh lima ribu delapan ratus dua puluh lima orang,” dikatakan Ari Santoso Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud dalam wawancara dengan wartawan di Kantor Kemendikbud, baru-baru ini.

Untuk memenuhi kebutuhan guru saat ini, kita butuh sebanyak 988.133 guru ASN. Namun, dengan asumsi ada guru yang bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran dan dapat mengajar di tingkat kelas yang berbeda maka bisa diupayakan cukup dengan 707.324 guru PNS saja.

Kekurangan guru terjadi akibat ada yang pensiun, mutasi, promosi, meninggal, penambahan ruang kelas baru, penambahan unit sekolah baru dan sebagainya.

Kemendikbud pada tahun ini mengusulkan penambahan sekitar 100 ribu guru ASN kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).

Usulan pemenuhan kekurangan guru setiap tahun mulai dari tahun 2018 sampai dengan 2024 untuk menggantikan guru yang pensiun dan karena kenaikan akses pendidikan berjumlah 707 ribu guru ASN dengan asumsi dipenuhi dalam 7 tahun maka Kemendikbud untuk tahun ini mengusulkan pengangkatan sekitar 100 ribu guru kepada KemenPAN dan RB.

Pola rekruitmen guru sesuai dengan pola yang ditentukan dan berkualitas karena guru akan mendidik anak-anak kita untuk menjadi generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing.

Sehingga pengangkatan guru berstatus ASN dilakukan dengan hati-hati, dititikberatkan pada kompetensi dan aturan. Tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Meskipun yang membutuhkan Kemdikbud, tidak bisa mengangkat sendiri guru yang diperlukan.

Terkait dengan prioritas sekolah yang membutuhkan guru baru, Ari mengatakan, Kemendikbud membuat urutan atau peringkat berdasarkan kriteria yang ditentukan. Seperti ketersediaan ASN, status daerah tertinggal, rasio guru dan murid, mata pelajaran prioritas serta fiskal.

Penentuan sekolah yang membutuhkan guru baru ditempatkan ke sekolah sesuai dengan peta perhitungan dan dikawal agar tidak ditempatkan di luar sekolah yang membutuhkan.  ***

Comments

comments