Gas LPG 3 Kg Langka, Orang Mampu Harus Punya Budaya Malu

SUYANTO | PULANG PISAU | KATENG – Kelangkaan gas LPG bersubsidi jenis 3 kilogram ( kg) terjadi di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau ( Pulpis) dalam beberapa bulan terakhir ini.Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Pulpis,  Elieser Jaya berdasarkan laporan warga yang didapat dilapangan.
“Kita mendapatkan informasi dan keluhan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg , kemudian kita mendatangi dan memperoleh keterangan dari agen bahwa, pendistribusian gas LPG 3 kg tetap lancar – lancar saja, cuma memang kuota tidak sebanding dengan kebutuhan,”  terang Elieser kepada awak media, Jum’at, kemaren, (03/05).

Selanjutnya, Elieser menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pengecekkan ke lapangan untuk memastikan apa penyebab pasti kelangkaan gas LPG yang bersubsidi ini.

“Kami sangat berterimakasih dengan informasi dari masyarakat ini, dalam waktu dekat ini Disperindagkop akan cek langsung ke lapangan, dan apabila didapati di lapangan adanya penimbunan dan semacamnya oleh pihak pangkalan maupun agen, Disperindagkop akan tindak tegas, sampai pada pencabutan izin,” tegasnya.

Elieser menghimbau agar masyarakat yang menggunakan gas LPG 3 kg bersubsidi ini hanyalah masyarakat yang kurang mampu saja, bukan masyarakat seluruhnya. Bagi yang tergolong mampu harus punya budaya malu dan sebaiknya beralih ke pengunaan Gas LPG Non Subsidi.

Oleh sebab itu pula bagi pengecer harus memperhatikan harga eceran tertinggi (HET, dan pengecer hanya diperkenankan menjual kepada masyarakat yang membeli dengan membawa surat keterangan tidak mampu, baik dari desa maupun kelurahan guna menanggulangi kelangkaan gas LPG bersubsidi. KABARTODAY.com

Comments

comments