Dua Teroris Hendak Bergabung Ke MIT Di Poso, Ditangkap Densus di Bitung

ELKANA LENGKONG | MANADO –  Tim gabungan Densus 88 Satuan Wilayah Papua, Satuan Wilayah Sulutenggo, dan Tim Wanteror Satbrimob Polda Sulut, menangkap 2 terduga teroris di Terminal Penumpang Pelabuhan Samudra Bitung, Sulawesi Utara (Sutut), Kamis, lalu (2/5) sekitar pukul 05.45 Wita. Dua orang pria yang ditangkap oleh Densus 88 itu di Bitung bernisial RH alias, Edo atau Krio.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada kantor berita ini, Selasa (7/5) membenarkan adanya penangkapan terhadap dua diduga teroris oleh Tim Densus 88 anti teror.

“ Benar, ada 2 orang dan mereka bukan masyarakat asal Sulut, namun yang bersangkutan ditangkap saat transit di pelabuhan Bitung Sulut dari Papua” kata Ibrahim Tompo lewat pesan WA Selasa (7/5).

Menurut Ibrahim Tompo kedua diduga teroris oleh tim Densus 88 langsung diterbangkan ke Jakarta untuk kepentingan pemeriksaan.

Sementara pasca penangkapan kedua diduga teroris kondisi keamanan di wilayah Polda Sulut relatif aman terkendali “Terkait permasalahan terorisme, Polda Sulut cukup aktif memantau dan selalu berkoordinasi dengan densus 88” kata Ibrahim Tompo Sesuai catatan di peroleh , kedua diduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 di pelabuhan Bitung Sulut yakni RH Pria kelahiran Titirante, kelahiran 28 Maret 1982.

Sedangkan yang satunya berinisial Musa S, pria kelahiran Palan Brandan, 3 Februari 1990.

Keduanya ditangkap bersamaan di Kota Bitung, dengan memiliki perannnya masing-masing.

Keduanya juga diketahui memiliki rentetan keterlibatan dengan sejumlah aksi teror di Indonesia.

Berikut rangkaian keterlibatan terduga teroris RH antara lain; Target DPO Satgaswil Sumbagsel, Amir Mudiriyah Bandar Lampung. Pada tahun 2017 mengikuti IDAD di pantai Mutun Teluk Betung Lampung, dengan cara berlatih berenang dan melakukan latihan menembak menggunakan senapan angin.

Pada tahun 2017 mengikuti IDAD di Pantai Clara atau Pulau kuburan, Teluk Betung dengan cara berlatih berenang dan melakukan latihan menembak menggunakan senapan angin.

Pada tahun 2018 mengikuti survei tempat liburan untuk anak-anak tahfiz di Pulau Kuburan di wilayah Pesawaran Lampung Selatan dan diadakan pelatihan atau idad menembak dengan senapan angin.

Pada tanggal 15 Agustus 2018 mengikuti Idad di Tempat Wisata Pegunungan dan Pemandian Kampung Harapan (di dekat air terjun), Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua. Pasca penangkapan Ujang Saepurohman (Amir JAD Lampung) pada 3 Mei 2018 RH, yang bersangkutan melarikan diri ke Papua. Terduga Musa S, pria kelahiran Pulan Brandan, 3 Februari 1990 punya keterkaitan yakni : Pada tahun 2017 mengikuti Idad di pantai Mutun Teluk Betung Lampung dengan cara berlatih berenang dan melakukan latihan menembak menggunakan senapan angin. Pada tanggal 15 Agustus 2018 mengikuti Idad di Tempat Wisata Pegunungan dan Pemandian Kampung Harapan (di dekat air terjun), Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua. Pasca penangkapan Ujang Saepurohman (Amir JAD Lampung) pada 3 Mei 2018 RH, yang bersangkutan melarikan diri ke Papua.

Kapolres Bitung AKBP Stefanus Michael Tamuntuan, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.

“Menurut info yang saya dapat bahwa benar ada penangkapan terduga teroris di Pelabuhan Bitung,” ujarnya Selasa (7/5). KABARTODAY.com

Editor: JeM