Disnaker : PT. Timor Otsuki Mutiara Harus Bayar Santunan Korban Kecelakaan Kerja

 KabarToday.com

Terkait kejadian kecelakaan kerja yang menimpah karyawan PT.Timor Otsuki Mutiara (PT TOM) investor budidaya mutiara di Desa Dungingis Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli yang menyebabkan salah satu karyawannya meninggal dunia saat menjalankan tugas, Dinas Tenaga Kerja melalui Binwasnaker pengawasan ketenaga kerjaan Provinsi Sulawesi Tengah UPTD wilayah 1 meminta pihak perusahaan untuk segera membayarkan semua yang menjadi hak hak korban termasuk santunan kepada keluarga ahli waris korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian salah satu karyawan PT TOM Atas nama HAJIR, yang Tenggelam saat melakukan tugas jaga untuk melakukan pengontrolan dan pengawasan area penangkaran Mutiara di perairan laut Desa Dungingis kecamatan Dakopemean, pada 2 agustus yang lalu, maka kami menemui pihak perusahaan dan pihak keluarga korban. Pihak perusahaaan bersedia membayarkan semua yg menjadi hak hak korban termasuk santunan kepada keluarga ahli waris korban,” Kata Darwis,SH, Rabu (8/8)

Darwis SH, selaku BINWASNAKER PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN SULAWESI TENGAH,,UPTD WILayah 1 menjelaskan bahwa berdasarkan UU no 13 thn 2003 tentang Ketenagakerjaan,dan Peraturan Presiden (PP) no,44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program jaminan Kecelakaan kerja dan jaminan kematian dan santunannya. Serta dalam undang undang Nomor 13 tahun 2003 pasal 61 ayat (5) tentang ke tenaga kerjaan, undang undang Nomor 3 tahun 1992 tentang Jamsostek menjadi BPJS ddiatur oleh PP.No 13 tahun 2013, tentang perubahan uu nomor 13 tahun 1992.

“Biaya santunan JkK meliputi santunan kecelakaan kerja sebesar 100% gaji terakhir, sampai mampu bekerja kembali.santunan cacat sebagian 70% dari 80 bulan gaji terakhir, cacat tetap sebesar 70% dari 80 bulan gaji terakhir plus santunan berkala Rp.250.000 sampai 24 bulan, penggantian gigi tiruan sebesar Rp.3.900.000, santunan kematian 60% dari 80 gaji terakhir, uang duka tewas, 6 kali gaji terakhir, biaya pemakaman 10 juta, dan beasiswa dari 15 juta -45 juta sesuai tingkatan pendidikan anak”jelas Darwis, rabu (8/8)

Darwis,SH menegaskan bahwa perusahaan berkewajiban melindungi setiap pekerjanya.bentuk perlindungan nya adalah dengan mendaftarkan kepesertaan ke BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. disitu ada perlindungan. KKecelakaan kerja,jaminan hari tua, Jaminan kesehatan dan jaminan pensiun, diatur di Undang Undang No,13 thn 2003.Tentang Ketenagakerjaan.

“Apabila Perusahaan tidak menjalankannya, maka ada sangsi,Administratif dan denda, dan sangsi Pidana kurungan,” tegas Darwis. *** Alam | Tolitoli

Comments

comments