Diduga ‘Makan’ Uang DD, Bupati Bangkep Harus Di ‘Penjara’

KPK Didesak Lakukan Penyelidikan Terhadap SK Bupati Zainal Mus Tentang Tim Monev Di desa

Rosna | KabarToday.com | Bangkep – Diduga telah menyalah-gunakan wewenang dan jabatannya, oknum pejabat daerah yang ‘berengsek’ di Sulteng menjabat sebagai Bupati terang-terang-an memakan uang Dana Desa (DD)?, nanum tetap kekeh tidak tahu malu kepada masyarakatnya dan masih melenggang bak manusia tak berdosa. Masyarakatnya dibuat geram dan meminta agar KPK menangkapnya segera.

Berdasarkan data ‘kenakalan’ pejabat Bupati itu sunggulah nista. Manusia Bengal itu Adalah Zainal Muis, Bupati Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Pasalnya, sang pejabat ditengarai telah melakukan tindakan koruptif penggunaan dana desa (DD) di 141 desa yang berada di daerah tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat, yang namanya minta dilindungi UU PERS membeberkan bahwa sebagai Bupati di Kabupaten Banggai Kepulauan, Zainal Mus, ‘telah’ sewenang-wenang menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati No. 264 Tahun 2017 sebagai dasar untuk memakan uang, dan secara jelas membentuk tim monitoring,tim evaluasi dan tim pengendalian pembangunan desa, akan tetapi, lacurnya biaya honor tim anggarannya bersumber dari APBDes bersangkutan.

“Dana untuk tim Monev diambil dari Dana Desa (DD), dan setiap desa setor duit Rp.10 juta per desa. Bila ada 141 desa yang setor, maka total duit yang terkumpul sebesar Rp 1.410.000.000 (satu koma empat miliar-an),” tutur tokoh masyarakat itu kepada KabarToday.com di Banggai Kepulauan.

Lebih lanjut kata sumber yang sama membongkar kebobrokan oknum Bupati tersebut dengan data-data A1, dan diduga kuati praktik koruptif berlabel Tim Monev pengendalian Pembangunan Desa hasil cetakan Zainal Mus, personilnya hanya diisi orang-orang dekat sang Bupati. Dan di dalam SK kontroversial dugaan lain menilai bahwa surat SK tersebut melangkahi regulasi tentang teknis pelaksanaan dan penggunaan DD, karena terdapat sejumlah nama oknum petinggi daerah dan anggotanya adalah hanya orang dekat orang kosong satu di daerah itu.

Saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya Bupati Zainal Mus, mengakui tindak kejahatannya telah memakan uang Negara dan berjanji akan mengembalikan duit DD itu dan akan membubarkan tim Monev yang dibentukannya.

“Uangnya akan kami kembalikan dan tim ini akan segera dibubarkan,” ujar Bupati Zaial Muis.

Lacurnya lagi, masih sementara berkomunikasi di telepon genggam sang Bupati tiba-tiba naik pitam dan mengancam wartawan dengan nada keras, dengan meminta tidak menulis kelakuannya ke dalam sebuah pemberitaaan.

“Saya tidak makan duitnya, tapi kalau mau lapor, silahkan…!!! Hati-hati anda jangan tulis persoalan ini, Hati-hati kau,” ucapnya sambil memutuskan komunikasi. ***

Comments

comments