Diduga Ada “Main Mata” Pada Proyek Jalan Utama Kawasan Hunian Tetap

JAYA M – KASMIN S | PALU – Hasil pengumuman pemenang tender pekerjaan pembangunan jalan utama Kawasan Hunian Tetap yang diumumkan 15/8, disorot.

Hasil pengumuman lelang tender pekerjaan tersebut, dinilai sarat kepentingan dan ditengarai ada”main mata” sehingga panitia lelang memenangkan perusahan tertentu.

PT. Panca Utama Perkasa (PUP) yang ditetapkan panitia lelang menjadi pemenang tender, dinilai tidak pantas memenangi pekerjaan proyek yang pagu anggarannya Rp. 75.999.485.143.18, panjang jalan 3,7 Km dan lebar 4 M.

Sementara itu, Sebab, masih ada perusahaan lain yang lebih pantas dan memenuhi semua persyaratan yang disyaratkan dalam lelang terbuka tersebut.

Namun perusahan-perusahaan yang mengikuti lelang kata sumber Kabar Today di Palu — maaf — digugurkan dan seperti dicarikan kesalahan.

Panitia tender yang berusaha ditemui Kabar Today 15/8 belum berhasil. Sumber Kabar Today yang lain menyebutkan, beberapa kejanggalan yang dilakukan panitia sehingga pemegang tender jatuh ketangan PT. PUP. Alasan panitia menggugurkan perusahaan lain dinilai mengada-ada.

Salah satunya, mengapa perusahaan yang dimenangkan justru penawarannya lebih tinggi dari perusahaan yang digugurkan.

Kejanggalan kedua pengangguran, hanya karena tidak mengghadiri undangan dari panitia lelang pada season klarifikasi kewajaran harga penawaran. “Tapi memang undangan untuk menghadiri klaririfikasi kewajaran harga tidak sampai ketangan peserta lelang.

Mana undangan itu?! Ini kan seperti menjebak, seolah-olah perusahaan yang tidak hadir, tidak patuh terhadap aturan main.

Padahal memang undangan panitia sama sekali tidak ada, dan akhirnya perusahaan yang tidak hadir digugurkan panitia.

Nah, kejanggalan ini harus dibongkar agar diketahui siapa dalang yang memainkan wayang,” ungkap kesal satu peserta lelang kepada Kabar Today, 15/8.

Informasi yang dihimpun Kabar Today menyebutkan, penawar pertama pekerjaan tersebut adalah PT. Arafah Alam Sejahtera (AAS) dengan nilai penawaran Rp. 57.189.873.697.48.

Penawar kedua PT. Kurnia Graha Mandiri (KGM) yang menawar Rp.59.735.514.985.93.

Penawar ketiga, PT. Panca Utama Perkasa (PUP) dengan tawaran Rp. 60.804.980.975.92 dan perusahaan kontraktor inilah yang menenangkan tender.

Beberapa perusahaan lain yang ikut dalam tender pekerjaan dari Pemerintah Kota Palu ini seperti, PT. Hutama Surya Perdana (HSP) dengan penawaran Rp. 69.856.064.324.04, serta PT. Batara Jaya Sartika (BJS) Rp. 63.684.094.487.82. “Lantas, kenapa bisa PTM PUP yang dimenangkan, padahal masih ada penawar terendah dibawahnya. Ada apa ini,” sebut sumber lain. *KABAR TODAY.com