Dibalik Kemudi, 3 Srikandi Perkasa Mengarungi Samudra

ERWIN | TOLITOLI – Awal bekerja meniti karir sebagai seorang Anak Buah Kapal (ABK), Saat ini dirinya di percayakan menakodai KM Sejatra Abadi, apalagi tidaklah mudah bagi seorang perempuan yang biasanya posisi ini didominasi oleh laki-laki.

Tetapi inilah bukti yang terjadi di kapal Cargo KM Sejatera Abadi saat bersandar dipelabuhan Dede Tolitoli Sulteng, Jumat pagi (26/06), terdapat 3 perempuan tangguh yang berani mengarungi Samudra dengan menggunakan kapal Cargo KM Sejatera Abadi, di Lautan sulawesi Jumat (26/06/2020).

KM Sejatera Abadi yang saat ini bisa dikatan mencatatkan sejarah di lautan Samudra sebagai Nakoda Pertama (1) perempuan termuda bagi perusahaan Cargo yang bergerak di laut iti, menuju beberapa daerah yang ada di Indonesia dan d awaki diawaki Tiga (3) perempuan tangguh.

Tiga perempuan cantik tersebut memiliki tugas dan peran yang tidaklah kalah penting dengan kaum Adam, seperti Ayu Lestari (26) sebagai nakoda (Kapten Kapal), Reza Umami sebagai Mualim Dua (2) dan Inang sebagai Kadek

“Bagi saya, selama bekerja di atas kapal bukanlah tentang posisinya. Tetapi, bagaimana menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. Selanjutnya, mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapat selama pendidikan di SMK pelayaran,” terang Ayu Lestari.



Menurutnya, dalam meniti karir di industri yang didominasi SDM laki-laki tidaklah mudah. Anggapan bahwa wanita adalah makhluk lemah dan ketidakpercayaan pelaku industri pelayaran menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaut wanita Indonesia. Ayu Lestari membuktikan dan berupaya menghapus tanggapan miring terhadap kaum perempuan.

Sosok wanita berhijab ini biasa dipanggil Ayu di lingkungan kerjanya. Dia
merupakan nakhoda wanita di kapal cargo di Indonesia. Kapal Cargo KM Sejatera Abadi milik salah satu pengusaha berbobot 1.000 ton ada di bawah kendalinya sejak
2019 dan mengawaki 15 Orang.

Di atas kapal yang memiliki daya angkut hingga 1.000 Ton ini, Ayu yang merupakan Lulusan SMK pelayaran, memimpin awak
kapal yang hampir seluruhnya pria. Profesi pelaut yang biasa diidentikkan dengan
sosok laki-laki yang tangguh dan kuat berhasil dipatahkan perempuan yang memiliki paras cantik ini.

Pasintel Lanal Tolitoli kapten Laut (P) M. Pohan saat ditemui di Kantor lanal Tolitoli mengatakan dirinya sangat bangga dan menghargai ketiga Srikandi Samudra yang telah mau menunjukkan keberanian dari seorang perempuan mau mengarungi laut, apa lagi ketiga Srikandi Samudra tersebut masih sangat muda.

“Dijaman saat sekarang ini Tidak lagi memandang perempuan atau laki-laki. Jika dia mampu maka promosi atau pun reward adalah suatu penghargaan bagi mereka yang harus diberikan, apalagi seorang Nakoda dikapal Cargo ini bisa dikatakan masih sangat muda sekali, dan hal ini patut menjadi contoh dan apresiasi buat kaum Hawa untuk tampil diatas kapal,” Pungkasnya KABARTODAY.com

Comments

comments