Di Pulang Pisau Wabah DBD Menurun , Ini Pesan Kadis Kesehatan

Kabar Today.com – Kasus Demam Berdarah Dengeu ( DBD) yang mewabah di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan di Januari ini mengalami penurunan. Hal itu dapat terlihat dari data jumlah pasien yang berobat baik ke Puskesmas maupun Rumah Sakit. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinkes Pulpis, Pande Putu Gina menerangkan, bahwa dari hasil rekap data penderita DBD di pulpis, terhitung sejak Januari 2018 sampai Januari 2019 berjumlah 99 pasien.

“Memang dibulan September-November lalu, curah hujan cukup tinggi, serta dibulan tersebutlah angka pasien DBD melonjak. Pihak kami telah mengantisipasi serangan DBD dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging radius 100 meter kedepan, belakang, samping kanan dan kiri dari tempat penderita. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat DBD di pulpis ini,” jelas Pande.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Mulyanto Budiharjo Mhlth.Sc. yang juga merangkap sebagai Plt Direktur RSUD pulpis, saat dihubungi media www.Kabar Today.com melalui telepon selulernya, Jumat (25/01) membenarkan terkait penurunan jumlah penderita DBD di wilayah Pulang Pisau.

“Kita sangat bersyukur, untuk kasus DBD di Pulang Pisau mengalami penurunan, yang sebelumnya di bulan September sampai November tahun 2018 sempat naik, tapi memasuki pergantian tahun tepatnya di bulan Desember sampai saat ini sudah turun sekitar 50 persen lebih,” terang Pak Mul, panggilan akrabnya.

Pak Mul juga menghimbau kepada warga masyarakat Pulpis untuk selalu menjaga pola hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Mari kita jaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pencegahan 3 M, yakni membersihkan, menguras dan mengubur. Serta pergunakanlah kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk,” tambahnya.

“Harapan saya, kualitas pelayanan baik Puskesmas maupun RSUD untuk kedepannya akan lebih ditingkatkan, baik dari segi SDM maupun sarana dan prasarana. Selain itu, para petugas dilapangan, saya minta untuk lebih giata serta aktif menyampaikan ke masyarakat arti bahaya DBD dan bagaimana cara menghindarinya,” tutup Pak Mul. (Suyanto | Pulang Pisau)