DBD Kabupaten Tolitoli Menurun, Dinkes Himbau Tetap Waspadai Demam Berdarah

Tolitoli, KabarToday.com – Kasus demam berdarah dengue mulai merebak di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah Khususnya Di Kabupaten Tolitoli, Dinas Kesehatan setempat mencatat samapai pada tahun 2018 triwulan ke empat 154 kasus DBD dan hingga minggu ke empat Januari 2019 ini mencapai 8 Kasus.

Kepala Dinas kesehatan Tolitoli Drs. Bakri Idrus , Apt. mengatakan kasus DBD tersebar di 3 dari 11 kecamatan di wilayah itu. Jumlah terbanyak disebutkan terjadi di Kecamatan Baolan yang mencapai 8 kasus.

“Meski begitu, kami belum menjadikan penyakit DBD ini masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB),” kata Bakri Idrus pada senin, 28 Januari 2019.

Di Kecamatan Baolan , pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat mencatat ada sebanyak 8 jiwa warganya yang terkena DBD. Mereka rata-rata dirawat di puskesmas dan rumah sakit Mokopido Tolitoli.

Kepala dinas kesehatan Tolitoli, Menambahkan sebanyak 141 warganya dan 1 korban pada tahun 2018 yang yang meninggal yang terkena DBD. Untuk itu kami dari dinas kesehatan masih akan ditentukan kejadian luar biasa (KLB) atau bukan. “Untuk menentukam KLB atau tidak tentu ada tahapan dan regulasinya, sampai saat ini, dinas kesehatan Terus melakukan pemantauan, dan kita mendorong masyarakat utuk melakukan program Juru Pemantau Jentik (Jumantik),” kata kadis

Puskesmas kota dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Baolan, Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli, membeberkan bahwa dalam tiga bulan ke depan diperkirakan bakal terjadi anomali cuaca yang berpotensi menyebabkan lonjakan pasien DBD.

Hasil laporan Dinas Kesehatan, menemukan potensi demam berdarah berbasis iklim. “Wilayah yang paling rentan adalah kecamatan Baolan.” imbuhnya .

Menurut laporan itu, beberapa kecamatan tersebut memiliki probabilitas atau kemungkinan sebagai endemik demam berdarah dilihat dari tingkat kelembaban udara. Tingkat kelembaban udara diperkirakan mencapai 10 persen dengan angka insidens, Pemerintah Tolitoli belum menetapkan status waspada atas temuan ini.

Kecamatan yang terindikasi juga tengah berupaya mengantisipasi wabah DBD. Dinas Kesehatan Tolitoli memetakan tiga kecamatan di wilayahnya rawan sebaran atau wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Data itu mengacu pada kasus penderita demam berdarah sepanjang tahun 2018 yang mencapai 154 jiwa.

Lanjut kepala dinas kesehatan, pihaknya tengah fokus menekan angka kasus demam berdarah. Upaya itu dilakukan dengan menginstruksikan kepada pengurus rukun tetangga dan warga melakukan permbersihan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing setiap hari. “Kita juga intens melakukan pelatihan dan budidaya tanaman pengusir nyamuk dan pencegahan,” pungkasnya erwin