Cegah Penularan Covid 19, Dibutuhkan Kerjasama Masyarakat

ERWIN | TOLITOLI – Sampai Hari ini, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Tolitoli, baik yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 maupun yang baru menunjukkan reaktif hasil rapid test seluruhnya dalam kondisi baik dan stabil. Dengan demikian sangat besar peluang bagi mereka (PDP) dan (Terkonfirmasi) untuk sembuh dari infeksi virus.

Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli saat berkunjung dilokasi karantina SKB menuturkan Dengan melihat kondisi pasien yang ada dikarantiana saat ini, besar harapan seorang pasien untuk sembuh dari infeksi virus baik Covid-19, asalkan ada dorongan dari pasien untuk bisa lebih kuat dari pada virus tersebut.

“Pasien harus bisa lebih kuat mempertahankan tubuh sebelum virus itu akhirnya menghilang. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif mengidap virus berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan,” Tutur Bupati Beberapa Waktu lalu.

Bupati Moh. Saleh Bantilan menjelaskan, 11 orang positif Covid-19 di Kabupaten Tolitoli yang ada saat ini rata-rata berusia produktif dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

“Berdasarkan beberapa literatur medis yang ia baca, orang yang masih produktif dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat antibodinya dapat berproduksi 2 sampai 3 kali lipat dibandingkan dengan yang sudah lanjut usia, Ucap Moh. Saleh Bantilan

Lanjut Bupati, salah satu cara untuk bisa sembuh bagi yang sudah terserang virus serta bisa mencegah bagi yang punya potensi untuk terserang virus adalah jangan stres dan jangan panik, sebab jika stres dan panik maka antibodi akan lambat berproduksi sehingga kita mudah terserang.

“Stres bisa membuat kondisi jiwa kita yang tersugesti (psikosomatik) dan selanjutnya membuat tubuh menjadi lemah,” Tutur Bupati mengutip pendapat ahli.

Ditambahkannya lagi, Meskipun memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli tetap menyarankan setiap orang untuk tetap disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan virus corona.

“Pencegahan dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan pakai sabun selama kurang lebih 20 detik di air mengalir, makan makanan bernutrisi tinggi seperti sayur dan buah, berolahraga teratur serta istirahat yang cukup.” Tukas Bupati

Lagi, Sebagai clossing statemen, Bupati menyampaikan hikmah yang dapat diambil dengan adanya Covid-19 ini, semua orang jadi sadar sehat. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Tolitoli khususnya untuk senantiasa menumbuhkan rasa optimisme untuk bisa melawan virus corona ini.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang virus sehingga tidak membuat asumsi-asumsi salah yang justru dapat membuat kepanikan di masyarakat,”Pungkas Bupati

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli Arham A. Jacub, SH dalam menyampaikan mengatakan bahwa sampai dengan hari Sabtu tanggal 16 Mei 2020 sudah dilakukan rapid test terhadap 1.187 orang dan dari jumlah tersebut hanya 89 orang yang terkonfirmasi reaktif atau hanya 7,4 %.

“Dari data ini dapat diasumsikan bahwa masyarakat kita memiliki disiplin yang tinggi dalam melakukan upaya pencegahan penularan virus, Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) yang tercatat sampai saat ini berjumlah 135 orang dan baru sekirtar 16,2 % di antaranya (22 orang) yang dinyatakan selesai masa pemantauan atau dinyatakan steril, sementara yang 113 orang atau 83,8 % masih akan terus dipantau,” Imbuhnya

Arham mengatakan, bahwa sesuai instruksi Bupati Tolitoli selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli maka rapid test selanjutnya hanya dilakukan pada orang yang pernah kontak dengan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dan pernah kontak dengan pasien yang baru terkonfirmasi reaktif hasil rapid test melalui upaya tracking (penelusuran).

“Saat ini masih tersedia kurang lebih 3000 alat rapid test dan akan diadakan lagi, dari sekitar 10 ribu rapid test yang akan digunakan,” jelas Arham. KABARTODAY.com

Comments

comments