Bupati Tolitoli: KPM Penerima BST Taati Protokol Kesehatan

ERWIN | TOLITOLI – Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH menyempatkan diri menyampaikan imbauan untuk mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona, di hadapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Sosial Tunai (BST), Selasa siang (19/05).

Dengan gaya Santainya Bupati Tolitoli dihalaman kantor Pos dan giro meminta kepada seluruh masyarakat yang saat ini sedang menunggu giliran untuk menerima BST agar tetap menjaga jarak, dan harus menggunakan masker.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan 250 lembar masker kepada Pihak kantor PT. Pos dan Giro untuk dibagikan kepada masyarakat penerima BST yang datang tidak mengunakan masker.

“Kepada pihak manajemen PT Pos dan Giro Tolitoli yang menyalurkan BST, diminta untuk tidak melayani para penerima BST yang tidak menggunakan masker, demikian juga kepada aparat Kepolisian yang tengah bertugas mengamankan jalannya penyaluran BST agar tidak mengizinkan masuk bagi masyarakat penerima BST yang tidak menggunakan masker,” Ucap Bupati.

Lanjut Bupati Hi. Moh. Saleh Bantilan menjelaskan, imbauan ini sengaja disampaikannya untuk menanamkan kebiasaan dalam penggunaan masker di kalangan masyarakat.

“Kebiasaan penggunaan masker ini sangat penting untuk ditanamkan dalam diri setiap orang agar tidak mudah tertular atau terinfeksi oleh virus serta kuman-kuman lainnya, apalagi saat ini kita sedang berada di tengah pandemi Covid-19 yang penularannya melalui droplet (butiran liur) sehingga bagian tubuh yang mengandung selaput lendir seperti hidung dan mulut harus ditutup dengan masker, kata Bupati,” Pungkas Saleh Bantilan.

Ditempat yang sama kepala Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli Drs. Hi. Indar Dg. Silasa kepada wartawan menuturkan, kuota penerima BST untuk Kabupaten Tolitoli seluruhnya berjumlah 9,308 kepala keluarga, namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi data jumlah KPM yang bisa menerima BST sejumlah 9.304 keluarga

” Empat (4) kepala keluarga penerima tidak dapat diberikan karena terdapat masalah dalam sistem administrasi kependudukannya,” Tutur Indar

Lanjut indar menjelaskan, bahwa penyaluran BST ini merupakan penyaluran Gelombang Pertama pada Tahap Pertama dengan KPM sasaran baru kurang lebih 2 ribu KPM.

“Untuk sisanya 7 ribu KPM yang tidak menerima di gelombang pertama, akan disalurkan pada gelombang ke dua nantinya,” pungkas kadis Sosial Indar KABARTODAY.com

Comments

comments