Binter Terpadu, Kodim 1305/BT Gelar Komsos Dengan Appem Dan Komponen Masyarakat

ERWIN | TOLITOLI – Dalam menjalin Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Aparat Pemerintahan dan Awak Media, Kodim 1305/BT menggelar Binter Terpadu (Pembinaan Teritorial). Guna memberdayakan wilayah ketahanan melalui kegiatan binter terpadu supaya memantapkan ruang alat dan kondisi juang yang tangguh, Senin (18/11/2019).
Hadir dalam kegiatan Binter Terpadu Komandan Kodim 1305/BT Letkol Inf Gunnarto SH. Yang diwakili Pasi TER kodim1305/BT Polres tolitoli, Lanal Tolitoli, FKPPI, Warakawuri, Pol PP, Damkar, Pajak Pratama, KPPN Tolitotoli, Dinkes Tolitoli, Dikbud Tolitoli, Rumkitban Tolitoli, Densub Denpom Tolitoli, Lurah Tuweley. serta Danramil jajan Kodim 1305/BT.

Dandim 1305/BT Letkol Inf Gunnarto, SH. dalam sambutannya yang dibacakan Pasi TER Kodim 1305/BT Abdullah mengatakan, kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi antara jajaran forkopimda kota/ kabupaten Tolitoli dan Awak Media. “Kita sama-sama menjalankan tugas sesuai tupoksinya masing-masing guna terciptanya situasi yang aman.”

“Harapan dengan diadakan kegiatan acara Binter Terpadu untuk menunjang ekonomi dan kesejahteraan yang baik. Dengan cara mengenal akan terciptanya hubungan yang baik antara forkopimda,” terang Dandim 1305/BT

Lanjut Pasi TER Kodim 1305/BT Abdullah menuturkan kegiatan Komsos Yang dillaksanakan Kodim 1305/BT selama Empat (4), kegiatan ini meliputi : Wasbang, Bela negara, Keluarga Besara TNI (KBT), Radikallisme, Pramuka , karya bhakti pembuatan rumah tidak Layak huni.

“kegiatan bedah rumah kami lakukan dengan survei bebelum melaksanakan kegiatan, dan rumah yang kami survei sudah memenuhi syarat,” Ucapnya

Ditempat yang sama Pasi Intel Kodim 1305/BT Kapten Ahmad menyampaikan tentang penanganan ancaman terorisme dan radikalisme serta memberikan pemahaman 4 pilar kebangsaan diantaranya: UUD 1945, Pansasila, NKRI, Dan yang terakhir Bhineka Tungal Ika.

Lebih lanjut dalam penjelasannya masyarakat dan khususnya Generasi muda tidak boleh diam dalam menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di dunia maya (internet). Apalagi dunia maya kini makin disesaki faham-faham negatif, terutama radikalisme dan terorisme.

“Generasi muda tidak boleh diam dan harus bangkit membersihkan dunia maya dari radikalisme dan terorisme. Ini penting karena sasaran radikalisme dan terorisme adalah anak muda, sehingga yang bisa melawan pun juga harus anak muda, baik melalui tulisan, video, meme dan lain-lain.” ucapnya

Lanjut Ahmad menuturkan pemberantasan Terorisme adalah masalah yang kompleks, Hal ini bukan hanya menjadi tugas TNI/POLRI saja akan tetapi menjadi tugas bersama dan tanpa adanya kesadaran kita bersama akan sangat sulit untuk memberantas Terorisme, Kurangnya partisipasi masyarakat akan memberikan ruang hidup bagi para teroris oleh karena itu peran aktif seluruh lapisan masyarakat dan peran tokoh agama akan sangat membantu tugas aparat pemerintah terutama dalam melaksanakan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan radikal serta aktifitas terorisme dan faham Komunis.

“Peningkatan kapasitas elemen masyarakat dalam bidang kewaspadaan dan deteksi dini angkatan I ini akan bisa menambah wawasan kebangsaaan, pengetahuan bagi para peserta dalam upaya meningkatkan kewaspadaan, dan keterpaduan penanggulangan bahaya radikalisme, terorisme dan Komunis serta memperkuat koordinasi dan keterpaduan antara unsur elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah, TNI/POLRI sehingga selalu siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan di masyarakat.” Pungkasnya KABARTODAY.com

Comments

comments